Nyai Eva dan Gubernur Khofifah, Wanita Hebat Kebanggan Muslimat NU

0
361
Nyai Eva dan Khofifah Indar Parawansa/Istimewa

Oleh: Ferry Arbania

MADURAEXPOSE.COM–Pada tanggal 11 Juli 2019 silam, Nyai Eva atau lengkapnya Nyai Dewi Khalifah Ketua Muslimat NU Sumenep pernah diwawancarai sebuah media lokal dengan judul “Ditanya Pilkada Sumenep 2020, Nyai Eva Jawab; Ampon Baktonah”

Dalam edisi daring itu disebutkan, posisi Nyai Eva apakah maju sebagai Calon Bupati ataukah Wakil Bupati belum ada kepastian. Sebagai politisi senior yang dikenal pandai bergaul dengan semua lapisan masyarakat, putri dari keluarga besar Pondok Pesantren Terate itu hanya memastikan dengan jawaban “Ampon Baktona” atau sudah saatnya memimpin Sumenep.

Istilah ampon baktona itu dengan cepat menyebar kemana-mana dan langsung mendapat respon yang luar biasa dari kalangan masyarakat luas. Banyak orang merasa tergerak hatinya untuk mendukung kembali pencalonan Ketua Muslimat NU Sumenep ini.

Bahkan tak sedikit orang yang mengkait-kaitkan sosok Nyai Eva dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang pernah senasib dalam karir politik,yakni dua kali kalah saat ikut Pilkada. Bedanya, Khofifah di Pilgub Jatim sedang Nyai Eva ditingkat Pilbup Sumenep sebagai Cawabup.sama-sama dua kali kalah. Baru ketiga kalinya Khofifah beruntung menjadi Gubernur Jatim. Warga Nahdiyin sepertinya memiliki doa dan harapan yang sama tentang Nyai Eva. Seperti ada korelasi dengan munculnya pribahasa “Ampon Baktona”.

Satu hal yang tak pernah lekang dari semangat Nyai Eva adalah soal kesetaraan pembangunan Sumenep yang Lebih makmur dan sejahtera. Baik pulau maupun daratan, dua-duanya harus seimbang dan tak boleh ada daerah yang terus menerus termarjinalkan selama beberapa priode terakhir.

Kembali ke soal pencalonan di Pilkada Sumenep 2020, Nyai Eva tetap berkomitmen dalam balutan niat nan tulus, bahwa dirinya, sebagai putri muslimat, merupakan pengagum sosok Khofifah Indar Parawansa yang ia sebut sebagai Ibundanya di Muslimat NU.

“Beliau Ibu Khofifah adalah ibu saya, Pimpinan saya. Kapasitas beliau sebagai ketua PP Muslimat NU, saya sudah haturkan ke beliau. InsyAllah beliau merestui,”ujar Nyai Eva.

Dalam sesi wawancara saat itu, Nyai Eva sempat disinggung akan “dilamar” PDIP untuk disandingkan dengan Achmad Fauzi. Dan ternyata, tanpa diduga sebelumnya, Nyai Eva benar-benar mendapatkan rekom tersebut, hingga deklarasipun menggema untuk pasangan calon Achmad Fauzi-Dewi Khalifah.

Sebagai catatan penambal rindu, direkomnya Nyai EVa oleh kubu Achmada Fauzi,ternyata bukan karena posisi dia di Partai Hanura, melainkan karena kesungguhannya dalam berjuang bersama Muslimat NU Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Sumenep. “Selamat Berjuang Nyai, Bismillah Melayani”. [*]