
Madura Expose- Berawal dari unggahan foto seorang penyair Sumenep Syaf Anton Wr, Ketua Forum Bias Sumenep yang memposting gambar D.Zawawi Imron, penyair Nasional di akun facebooknya, jagat maya seketika menjadi riuh perdebatan kalangan seniman.
“Tidak Boleh Ditiru”, begitulah Syaf Anton memberi “label” pada postingan fotonya kemarin.
Kemudian dilanjutkan dengan beberapa baris kalimat yang menerangkan aksi foto tiga seniman dan budayawan itu.
“Ketiga tokoh ini Tajul Arifin R (sejarawan Madura), D. Zawawi Imron (penyair) dan Edhi Setiawan (budayawan Madura) sedang berasyik masyuk dengan gadgetnya saat berlangsung acara pembukaan peluncuran buku”, demikian Syaf Anton melanjutkan status facebooknya , yang kemudian mengundang para penyair muda lainnya ikut nimbrung membubuhkan komentar pedas, lucu dan banyak juga kritik pedas.
“Jareng beliau reng raja…pajat laen Pak. Mon reng ta’ oning Mara kaula terror oninga”, Cebbing Pancor
Mengomentari catatan Syaf Anton WR.
Seorang Nitizen yang menggunakan akun Istifari Hassan mencoba mentralisir kemarahan status ini dengan menegaskan tak ada yang salah dari ketiga tokoh yang bermain ponsel dalam acara bedah buku di Pendopo Keraton Sumenep itu.
“Tidak ada yang salah, beliau tetap saja keren….,banyak sisi yang bisa dinilai”, Istifari Hassan mencarikan suasana dengan komentar lunaknya.
Suasana lentur ini tiba-tiba kembali gaduh dengan hadirnya komentar dari para nitizen lainnya yang memberi cap tiga tokoh tersebut dengan istilah tua-tua keladi.
“waduh waduh maaf sebelumnya ini bisa masuk katagori tua tua keladi”, Aliman Taka
Seperti diketahui, pada Sabtu pagi (20/2/2016) jagad penyair dan seniman Sumenep berkumpul di Pendopo Keraton Sumenep dalam rangka bedah buku antologi puisi Ketam Ladam, Rumah Ingatan yang dihadiri penyair Majalah Horizon Jamal D.Rahman dan M.Faizi, D.Zawari Imron dan sejagad penyair lainya.
[Ferry Arbania/Madura Expose]



![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
