Netralitas TNI Harga Mati, Babinsa Himbau Warganya Hindari Konflik

Terbit: 12 Januari 2018 | 16:04 WIB

MADURAEXPOSE.COM, SUMENEP– Dalam kegiatan komsos ini untuk mencerminkan kepedulian seorang aparat teritorial kepada masyarakat di tengah-tengah binaannya. Penguatan paradigma kemanunggalan TNI dengan rakyat sudah menjadi bagian dari Tugas pokok TNI AD khususnya guna membantu kesulitan warga masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

Kegiatan yang dilakukan oleh Serka M. Jamal anggota Kodim 0827, Koramil 21/Ra’as dalam kesehariannya membina wilayah Desa Brakas. Pada saat ini Serka Jamal melaksanakan giat komsos di rumah Bapak H. Morsak (Tomas) di Dusun Temor Embung Kecamatan Ra’as Kabupaten Sumenep. Madura-Jawa Timur. Jum’at, (12/1/2018).

Wujud nyata yang ditunjukkan Serka M. Jamal merupakan bentuk rasa solidaritas antar warga, yang mana kegiatan ini merupakan sarana silaturahmi dan menjadikan rasa kekeluargaan yang sangat solid.

Serka Jamal anggota Koramil 0827/21 Ra’as tersebut dalam komunikasinya ia menuturkan tentang menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub), yang disertai juga oleh tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 mendatang.

Harapan Babinsa menghimbau serta mengajak warga masyarakatnya untuk mendukung yang mana membantu melakukan deteksi dini dan cegah dini terhadap situasi yang mungkin muncul sebagai konsekuensi perkembangan politik menjelang pesta demokrasi tersebut.

Diharapkan juga Jagan terhasut serta mudah di adudomba oleh oknum-oknum provokator yang tidak bertanggung jawab, sehingga bisa mengakibatkan Kamtibmas tidak kondusif. Pihaknya juga menyampaikan personel Satuan Komando Wilayahan (Satkowil) harus netral dalam peseta demokrasi mendatang.

“Netralitas untuk personel TNI – POLRI merupakan suatu hal yang harus dan wajib dilaksanakan demi terwujudnya pilkada serentak yang aman, damai, dan demokratis, sehingga mampu menghasilkan pemimpin yang baik dan sesuai harapan, kita semua” kata Serka M. Jamal.

Bapak H. Morsak mengatakan bahawa Serka M. Jamal seorang Babinsa yang sangat dekat dengan seluruh warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan perangkat desa binaannya.

Yang saya lihat dan saya amati seketika ada permasalahan kesulitan yang dihadapi oleh warga desa, khususnya masyarakat Desa Brakas lebih cenderung melaporkannya kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas daripada kepada Kepala Desanya,”pungkasnya. (sur/fer)

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *