Nata Kota Tak jelas, Budayawan Sumenep Sindir Pemerintah Daerah

0
851

Madura Expose—Jargon Nata Kota, Membangun Desa yang dikumandangkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep A.Busyro Karim- Achmad Fauzi dinilai banyak kalangan masih ibarat api jauh dari panggang kalau tidak ingin disebut konsepnya tidak jelas. Kritik pedas juga disampaikan Tokoh Kharismatik sekaligus Budayawan Sumenep, H.A. Nurhadi.
Melalui pesan singkat yang dibubuhkan penyair senior ke halaman facebooknya, sontak mengundang perhatian banyak kalangan.

“Tadi pagi geliat ekonomi rakyat di lokasi Taman Bunga terhenti. Ada penilaian Adhipura. Memang terlalu subyektif kalau saya menggerutu dengan tidak adanya orang jual sarapan. Tetapi apakah lantas menjadi obyektik ketika kita lebih memuliakan Adhipura ketimbang kesejahteraan rakyat?”, demikian status HA.Nurhadi yang dituangkan dalam status facebooknya.

“Ooooooo…. makanya tadi pagi aku cari sarapan pagi di taman bungah sepi, tdk ada orang jualan. Ada penilaian, hehe…… ya akhirnya ke warung sederhana Sumenep”, celetuk pemilik Umbaran Ayah berkomentar.
Konsep ide seperti tambal sulam ini mendapat perhatian serius dari banyak kalangan yang ikut membubuhkan komentar pedas dan solutif.

“Pak De H.a. Nurhadi, Saya memang berharap jika pemkab. Sumenep serius menertibkan alun-alun kota sampai bersih dengan catatan dibarengi solusi yg konkrit sprt relokasi PK5. Jika tidak, SKPD terkait iku ora nduwe udel. Ngoten pak De”, timpal pemilik akun Kang Nur.

Diam-diam ternyata status facebook HA.Nurhadi ini juga mengusik Ketua PC NU Sumenep Panji Taufik ikut berkomentar.
“He he he apa kabar bpk KH Nurhadi kami kangen lama tak bersua , muhon tanya adipura untuk apa dan kepentingan siapa he he he sekedar kangen matur suwun”, Pandji Taufiq, Ketua PCNU dalam komentarnya yang terkesan terusik. [fac/fer]