“Hubungan Gelap” Ketua Komisi III Terungkap, Rakyat Pamekasan Ingatkan PPP

0
2412

MADURA EXPOSE- Hubungan gelap dengan modus nikah siri yang dilakukan secara diam-diam oleh terduga Ketua Komisi III dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan- PPP DPRD Pamekasan berinisial IS terungkap setelah foto syurnya tersebar ke media sosial facebook sekitar awal pekan lalu, usai peresmian kantor baru PPP Pamekasan.

Skandal bawah tangan ini, mendapat kecaman keras dari Abdul Halim, Ketua Aliansi Rakyat Oposisi Pamekasan (ARAOP).
“Perselingkuhan salah satu putra terbaik pamekasan yang menjadi wakil kita di kursi legeslator, alih-alih mau memperbaiki citra Pamekasan lewat kebijakan. Namun nyatanya kebobrokan itu ada dan dilakukan sendiri oleh orang-orang yang kita percaya bisa membawa pamekasan ke arah Baldatun Thayyibatun wa rabbun Ghafur”, Sesal Abdul Halim, Ketua ARAOP kepada Madura Expose.

Menurutnya, Pamekasan yang subur dan makmur, adil dan aman. Dimana yang haknya akan mendapatkanakan haknya pula yang berkewajiban akan melaksanakan kewajibannya dan yang yang berbuat baik akan mendapat anugerah sebesar kebaikannya.

“Bagaimana hal ini bisa kita dapatkan sementara gedung dewan ibarat tong sampah yg hanya berisi masalah mulai dari legislatir yang sering bolos, kungker yg tidak efektif dan efesien, kebijakan yang tidak pro rakyat. eeeeh….. lebih parah lagi dengan beredarnya kabar bahwa (Ketua) komisi 3 DPRD Kabupaten Pamekasan dari partai ka’bah selingkuh, subhanallah”, imbuhnya penuh priahtin.

Halim meminta Badan Kehormatan-BK DPRD elit Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan bertindak tegas dalam menerapkan sanksi kepada kadernya yang telah mencoreng nama baik wakil rakyat dan parpol yang beraza Islam tersebut.

“Hal ini perlu ketegasan dari para pemangku kebijakan baik itu BK selaku eksekutor di lembaga legeslator ataupun para punggawa P3 selaku eksekutor di tingkat partai, agar supaya mengambil tindakan cepat dan tegas karena kabar ini betul-betu melukai dan menciderai kepercayaan rakyat dan kredibilitas partai PPP”, timpalnya lagi.

Dirinya mengingatkan siapapun masyarakat Pamekasan, agar tidak ikut-ikutan melakukan kebohongan publik dengan menutup-nutupi kesalahan anggota dewan yang telah mengingkari kepercayaan konstituen dan rakyatnya.

“Bagi kita yang mengaku peduli dan ansih dgn hukum janganlah sekali-sekali membenarkan sesuatu yang salah dan sebaliknya, biarkanlah hal ini mengalir sesuai dgn keadaan sebenarnya krn allah tidak suka dgn orang2 yg membela dan melindungi sesuatu yang salah”, pungkasnya mengingatkan. [add/fer]