Puluha mobil parkir dibagian timur Taman Adipura karena pemiliknya undangan resepsi di GNI. Pengguna jalan terganggu/Maduraexpose.com.

MADURAEXPOSE.COM–NATA KOTA MEMBANGUN DESA, oleh sejumlah pejabat elit Pemkab seperti terjadi pembagian tugas antara pihak Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) yang telah memenangkan Pilkada Sumenep pada 9 Desember 2015 silam.

Sumber terpercaya Maduraexpose.com itu juga menyebutkan, dalam pelaksanaannya, disinyalir terjadi pembagian tanggung jawab, meski sepenuhnya ada ditangan Bupati sebagai kepala daerah.

“Sepertinya telah diatur pembagian tugas dan tanggung jawab. Untuk urusan nata kota seperti tata ruang, parkir dan relokasi PKL itu diserahkan kepada Pak Wabup Fauzi, sesuai visi misi NATA KOTA. Sedangkan Membangun Desa digawangi oleh Pak Bupati,” ujar sumber terpercaya dilingkungan Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Anehnya, sejak beberapa bulan terakhir, bahkan sejak PKL Taman Bunga direlokasi ke Lapangan Giling, program Nata Kota oleh sebagian pihak kerap dikeluhkan.

“Urusan parkir juga belum beres di sepanjang pertokoan da tempat perbelanjaan kota. Paling sering mengganggu keindahan kota itu kalau pas ada resepsi pernikahan di GNI. Taman Adipur sisi timur pasti mirip terminal, penuh disesaki mobil para undangan. Harusnya GNI itu memiliki lahan parkir yang memadai. Pak Wabupnya juga jangan diam dong,” ujar Muhammad Irfan, aktivis dari GPMD FORUM Madura, Jum’at, 25 Nopember 2016. [Kazai/Arbania]

HotNews:  Dandim 0827 Sumenep Bersama Bupati Dan Kapolres Pantau Posko Pencegahan Virus Covid-19