NAAS! Kapal Cepat Sumenep Jadi ‘Kapal Lambat’ Penuh Bahaya: Warga Kangean Sengsara di Laut

Terbit: 6 November 2025 | 07:11 WIB

SUMENEP – Sarana transportasi laut yang seharusnya menjadi urat nadi penghubung antara daratan Sumenep dan Kepulauan Kangean kini berubah menjadi sumber kesengsaraan dan bahaya bagi masyarakat. Layanan kapal cepat Ekspress Bahari yang melayani rute vital Pulau Kangean–Kalianget dikeluhkan warga karena kondisinya yang memprihatinkan dan layanan yang jauh dari standar.

 

Kapal yang dibanggakan sebagai solusi waktu tempuh singkat, kini justru membuat penumpang merana. “Kapal cepat ini sudah berubah jadi kapal lambat. Biasanya tiga jam perjalanan, sekarang bisa sampai tujuh jam,” keluh Usman, salah satu warga Kecamatan Arjasa, mengutip laporan tribunnews pada Minggu (2/11/2025).

 

Fasilitas Hancur, Tarif Tetap ‘Mencekik’

 

Kerusakan fasilitas di kapal disebut sudah mencapai titik parah, mempertanyakan kelayakan operasionalnya. Keluhan umum yang disampaikan penumpang meliputi:

  • Pendingin ruangan (AC) mati total.
  • Kursi penumpang banyak yang rusak dan patah.
  • Atap bocor saat hujan.

“Fasilitasnya hancur. Ini bukan cuma tidak nyaman, tapi juga berbahaya,” tambah Usman. Ironisnya, di tengah buruknya pelayanan dan fasilitas yang tidak layak, tarif tiket kapal masih dipatok tinggi.

“Kami merasa seperti cuma diperas uangnya. Tiket mahal, kapal tidak layak jalan. Jangan tunggu ada korban dulu baru bertindak,” tegas warga.

 

Kapal Langgar Kapasitas dan Tak Ada Kapal Pengganti

 

Selain molornya waktu tempuh dan rusaknya fasilitas, warga juga menyoroti dugaan pelanggaran operasional serius. Kapal disebut kerap mengangkut penumpang melebihi kapasitas dengan dalih “kursi tambahan”.

“Kalau lagi ramai, tetap saja mereka terima penumpang lebih. Padahal itu bahaya di laut,” ujar Usman.

Masalah kian pelik saat kapal utama menjalani docking (perawatan). Menurut warga, tidak pernah ada kapal pengganti yang disediakan. Akibatnya, warga Kangean kerap terisolasi total dan tidak bisa menyeberang ke daratan Sumenep, merugikan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat kepulauan.

 

Desakan Keras untuk Bupati Achmad Fauzi: Jangan Abai!

 

Mengingat buruknya pelayanan yang diduga telah melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (tentang kelaikan, keselamatan, dan jaminan pelayanan publik), masyarakat Pulau Kangean mendesak seluruh pihak terkait, terutama Pemerintah Kabupaten Sumenep, untuk segera turun tangan.

Sorotan utama ditujukan kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi agar segera menindaklanjuti dan mengakhiri kesengsaraan warga kepulauan.

“Bupati Sumenep Achmad Fauzi harus segera mengevaluasi dan menindak bawahannya di Dinas Perhubungan yang diduga abai dalam mengurus tugas utamanya menjamin keselamatan dan kelancaran transportasi publik,” desak Erfan Tesa, salah satu fungsionaris Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Desa – GPMD Forum, Selasa 04 November 2025.

 

Pelayanan yang tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan ini harus segera dihentikan. Warga berharap laporannya tidak lagi diabaikan, dan Pemkab Sumenep tidak menunggu insiden fatal terjadi sebelum bertindak.

 

Tanggapan Operator: Akui Keterlambatan dan Keluhkan Tanpa Subsidi

 

Terpisah, Kepala Cabang PT Sakti Inti Makmur (SIM) Express Bahari Kalianget, Moh Nurullah, membenarkan adanya keterlambatan yang terjadi pada awal hingga pertengahan Oktober 2025. Ia berdalih keterlambatan terjadi karena ada kerusakan mesin dan mereka terpaksa tetap beroperasi demi melayani warga, apalagi saat itu tidak ada kapal lain yang beroperasi.

Dikutip dari TribunNews, Nurullah menambahkan bahwa perbaikan kerusakan, baik mesin maupun fasilitas, sepenuhnya ditanggung operator tanpa ada subsidi dari pemerintah. Pernyataan ini secara tidak langsung mengindikasikan kurangnya dukungan Pemkab Sumenep terhadap operator untuk menjaga kualitas layanan publik vital ini.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *