MUI: Umat Islam Jakarta Sudah Dewasa, Kalau di Pakistan dan India Ahok Sudah Dibunuh

Terbit: 8 Oktober 2016 | 13:15 WIB

MADURA EXPOSE–Sejumlah elemen umat Islam telah melaporkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas tuduhan penistaan al-Qur’an ke polisi. Menanggapi hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan umat Islam semakin dewasa dengan melaporkan ke pihak kepolisian.

Untuk iu MUI meminta kepolisian menindaklanjuti laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Ketua Bidang Luar Negeri MUI Pusat KH Muhyiddin Junaidi mengatakan, kepolisian harus merespons semua keinginan masyarakat bukan menolak dengan berbagai alasan.

Muhyyidin menuturkan, saat ini umat Islam sudah lebih dewasa dalam menanggapi ‎pernyataan Ahok yang dianggap menistakan agama dengan membawanya ke ranah hukum, bukan main hakim sendiri.

“Ini bukti kita sudah dewasa, tidak mau saling tinju, main hakim sendiri, kalau seandainya berada di Pakistan atau di India, Ahok sudah dibunuh. Langkah hukum umat Islam ini cukup dewasa,” kata Ketua Bidang Luar Negeri MUI Pusat KH. Muhyiddin Junaidi seperti dilansir Okezone, Kamis, 6 Oktober 2016 malam tadi.

Muhyiddin menuturkan, MUI sangat menghargai Indonesia sebagai negara hukum, oleh karena itu, menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Melakukan somasi itu adalah langkah yang sangat terpuji, apalagi kita sebagai umat Islam. Ini bukti kita sangat dewasa yang tidak mau lagi mengedepankan kekerasan. Jadi, kita gunakan jalur hukum,” ujarnya.*

[Okz/Sindo/Syaf/voa-i

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *