Muhammadiyah, Awal Puasa 6 Juni 2016

Terbit: 19 Mei 2016 | 19:28 WIB

MADURA EXPOSE–PP Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadhan 1437 Hijriyah (H) jatuh pada hari Senin Pahing, 6 Juni 2016 Masehi (M). Sedangkan, 1 Syawal 1434 H jatuh pada Rabu Pahing, 6 Juli 2016 M. Dan 1 Dzulhijah 1437 H jatuh pada Sabtu Legi, 3 September 2016 M.

Ketetapan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir di kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (17/4). “Karena itu saya berharap masyarakat bisa meningkatkan nilai keislaman memasuki Ramadhan tahun ini,” katanya.

Menurut dia, Ramadhan menjadi momentum untuk terus meningkatkan diri dalam beribadah dan hubungan sosial dengan sesama masyarakat. Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Oman Faturrahman mengatakan, penetapan awal puasa dan Syawal tersebut didasarkan pada hasil hisab hakik wujudul hilal.

Dia menjelaskan, ijtimak jelang Ramadhan 1437 H terjadi pada Ahad Legi, 5 Juni 2016 Masehi pukul 10.01.51 WIB. Tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta dan di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk. “Karenanya 1 Ramadhan ditetapkan jatuh pada hari Senin, 6 Juni 2016,” katanya.

Ijtimak jelang Syawal 1437 H terjadi pada Senin, 4 Juli 2016, pukul 18.03.20 WIB. Tinggi bulan pada saat terbenam matahari di Yogyakarta dan seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam matahari itu bukan berada di bawah ufuk. Sehingga, 1 Syawal ditetapkan jatuh pada Rabu, 6 Juli 2016.

Sedangkan, ijtimak jelang Dzulhijah 1437 H terjadi ada Kamis, 1 September 2016, pukul 16.05.40 WIB. Tinggi bulan pada saat terbenam matahari di Yogyakarta dan seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam matahari itu bulan berada d bawah ufuk. 1 Dzulhijah ditetapkan jatuh pada Sabtu, 3 September 2016. Sedangkan, hari Arafah (9 Dzulhijah) jatuh pada Ahad, 11 September 2016, dan Idul Adha (10 Dzulhijah) jatuh pada Senin, 12 September 2016.

Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas mengatakan, kemungkinan awal puasa dan 1 Syawal di Indonesia akan bersamaan. “Insya Allah dengan melihat hasil hisab ini kemungkinan tidak akan ada perbedaan awal puasa dan Syawal di Indonesia,” katanya. [ROL]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *