Muasal Berdirinya Benteng Vredeburg

Terbit: 24 November 2015 | 04:33 WIB

MADURAEXPOSE.com—Siapa sih yang tidak mengenal Malioboro, sebuah tempat wisata belanja yang ada di Yogyakarta, di sepanjang jalan yang membentang dari titik 0 Km Yogyakarta ke utara ini memang sudah dikenal seantero negeri. Nah jika sobat sedang asik berbelanja di Malioboro ini, jangan sampai terlewatkan untuk mengunjungi sebuah museum yang bernama Benteng Vredeburg. Benteng ini sudah berusia lebih dari 2 abad. Meskipun demikian bangunanya masih terlihat kokoh dan gagah. Didalam benteng inilah terdapat diorama-diorama yang menggambarkan perjuangan Bangsa Indonesia khususnya rakyat Yogyakarta untuk meraih kemerdekaan.

Benteng Vredeburg didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I atas permintaan Belanda pada tahun 1760. Awalnya benteng ini hanyalah berupa benteng sederhana yang berbentuk bujur sangkar. Disetiap sudutya memiliki bastion yang mempunnyai nama berbeda-beda seperti Jayaprayitna (bastion sudut tenggara), Jayaprakosaning (bastion sudut barat daya), Jayawisesa (bastion sudut barat laut), dan terakhir Jayapurusa (bastion sudut timur laut). Selang 2 tahun kemudian melalui W.H Ossennberch, Belanda mengusulkan untuk memperkokoh bangunan. Namun baru tahun 1967 pembangunan benteng dimulai. Butuh waktu 20 tahun untuk menyelesaikan pembangunan benteng, dan kemudian diberi nama Benteng Rustenburg yang berarti Benteng Peristirahatan.

Pada tahun 1867 gempa bumi hebat mengguncang Yogyakarta dan merubuhkan beberapa bangunan termasuk Benteng Rustenburg. Setelah bencana berlalu, benteng tersebut kembali dibenahi dan diberi nama Benteng Vredeburg atau Benteng Perdamaian. Nama ini dipilih sebagai bentuk perdamaian antara kolonial Belanda dan Kesultanan Yogyakarta. Tahun demi tahun berganti, kepemilikan dari Benteng Vredeburg pun silih berganti. Mulai dari VOC, pemerintah Belanda, Inggris, Jepang dan baru setelah Indonesia merdeka Benteng Vredeburg sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia.

Sejak tahun 1992 Benteng Vredeburg dialihfungsikan menjadi monumen perjuangan nasional yang diberi nama Museum Benteng Vredeburg. Saat ini pada bulan tertentu ( juni-juli) ditempat ini diselenggarakan Festival Kesenian Yogyakarta atau yang dikenal dengan FKY.

(cpt/viv/vaa)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *