Momen Dramatis Upacara HUT RI di Sumenep: Belasan Peserta Tumbang, Panas Terik Mencekam

Terbit: 18 Agustus 2025 | 12:26 WIB

SUMENEP, MADURAEXPOSE.com — Suasana khidmat upacara peringatan HUT ke-80 RI di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep mendadak berubah tegang. Di bawah sengatan matahari pagi yang membakar, satu per satu peserta upacara tumbang, seakan tak berdaya menahan beban fisik. Belasan orang terkapar, menciptakan kekacauan singkat yang memaksa petugas medis bergerak cepat.

Momen dramatis itu dimulai saat prosesi pengibaran bendera merah putih berlangsung. Pemandangan mengejutkan tersaji di hadapan mata para pejabat dan peserta lain: sebanyak tujuh aparatur sipil negara (ASN), seorang mahasiswa, dan enam pelajar tiba-tiba ambruk, seolah menyerah pada kerasnya cuaca.

Petugas medis yang telah bersiaga dari Palang Merah Indonesia (PMI) Sumenep segera menembus kerumunan. Para ASN yang tak berdaya ditangani di sisi selatan, sementara pelajar dan mahasiswa dilarikan ke sisi barat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Salah seorang peserta, Andika Fitrio A, yang diselamatkan dari ambang pingsan, mengaku merasa kepalanya berputar. “Sejak pagi saya belum makan, ditambah panas terik, jadi tidak kuat,” ucapnya lirih kepada Kompas.com, menjelaskan penyebab fisik yang ambruk mendadak.

Gerak cepat petugas PMI menjadi penyelamat. Mereka segera melakukan tindakan darurat: memeriksa tekanan darah, mengukur suhu tubuh, hingga memberikan pijatan ringan dan minyak kayu putih yang menyengat.

Hamdi, salah satu petugas PMI, menegaskan bahwa kondisi ini adalah dampak langsung dari cuaca ekstrem. “Banyak yang kondisi fisiknya menurun drastis karena berdiri di bawah terik matahari terlalu lama,” ujarnya, mengisyaratkan bahwa kelelahan, dehidrasi, dan tekanan darah rendah menjadi ancaman nyata dalam setiap upacara.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sinergi Pendopo: Cara Bupati Achmad Fauzi Rangkul Ulama Jaga ‘Imun’ Sosial Sumenep

Terbit: 28 Februari 2026 | 16:51 WIB MADURAEXPOSE.COM – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, kembali mempertegas pentingnya kolaborasi antara umara dan ulama dalam menjaga stabilitas daerah. Dalam sebuah pertemuan hangat…

Uang Rakyat Kok ‘Tidur’ Nyenyak? Menggugat Logika Penjaga Brankas di Meja Cangkrukan

Terbit: 27 Februari 2026 | 13:34 WIB Oleh: Ferry Arbania Malam itu di Sumenep, sisa-sisa doa tarawih masih menggantung di udara, tapi di meja cangkrukan kami, obrolan justru mulai “berdosa”.…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *