
[vc_row][vc_column][vc_column_text]Sumenep (Maduraexpose.com)— Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) mempertanyakan pemberian mobil mewah oleh pihak Bank BPRS Bhakti Sumekar kepada Sekdakab Sumenep dan sejumlah OPD dilingkungan Pemkab yang belakangan menuai banyak sorotan dari sejumlah kalangan.
Abdul Mahmud, Korlap AMS dalam aksinya Jum’at lalu dengan nada kecewa menyindir pihak penerima mobil dengan mengkaitkan fasilitas Pemerintah Daerah yang dinilainya sudah lebih dari cukup.
“Apakah mobil plat merah itu masih kurang dalam menunjang kinerja Sekda dan OPD terkait. Padahal menurut kami sudah sangat cukup,” sindir Abdul Mahmud kepada wartawan.
Pihaknya menilai bantuan mobil mewah kepada Sekda dan sejumlah OPD dianggapnya tidak rasional.
“ Kenapa kami bilang bantuan mobil mewah itu tidak rasional, karena mereka sudah mendapat fasilitas yang cukup dari Pemerintah Daerah,” tandasnya.
Mahmud juga menyayangkan kebijakan yang diambil oleh pihak BPRS Sumenep yang dinilai kurang bijak.
“Ketimbang mobil mewah itu diberikan kepada pejabat, akan lebih bijak kalau memberdayakan para pengangguran dan angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep yang kian meningkat,” imbuhnya menjelaskan.
Pihaknya mencurigai ada sesuatu yang perlu dijelaskan kepada public. Terutama alasan pokok dalam pemberian bantuan mobil mewah tersebut.
“Kami mencurigai ada sesuatu yang perlu dijelaskan kepada public, dalam hal ini antara BUMD, Sekda dan OPD terkait,”paparnya lagi dengan nada berapi-api.
Kecurigaan AMS itu, lanjut Abdul Mahmud, setelah pihaknya merasa ada beberapa penjelasan dari perwakilan BPRS yang tidak singkron dengan pertanyaan yang diajukan mahasiswa mengenai dasar yang kuat terkait pemberian mobil mewah tersebut.
“Dan pada saat perwakilan dari Bank BPRS yang menemui kami, justru tidak bias menjelaskan secara rasional dan terkesan keluar dari substansi pembahasan yang tanyakan.,” tandasnya lagi menambahkan.
Sebelumnya Edy Rasiyadi, Sekdakab Sumenep dikonfirmasi wartawan sebelumnya membenarkan adanya “pemberian” mobil mewah dari pihak BPRS Bhakti Sumekar tersebut.
“itu gini, bukan hanya saya yang dapat (mobil mewah dari BPRS Bhakti Sumekar),” ucap Edy Rasiyadi seperti dilansir dari TribunMadura.com edisi Senin 1 Maret 2021 Lalu. [aza/dbs/trb/fer]
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)