Kisruh Mobil Mewah Sekda, Mahasiswa Demo Bank BPRS Sumenep

0
961

Sumenep (Maduraexpose.com)–Sejak beberapa hari terakhir jagad public di Kabupaten Sumenep digemparkan oleh maraknya pemberitaan terkai dengan salah satu perusahaan milik BUMD (badan usaha milik daerah) yakni Bank BPRS Bhakti Sumekar.

Kehebohan itu muncul setelah beredar informasi pemberiaan mobil mewah oleh pihak BPRS Sumenep terhadap aparat pemerintah yakni SEKDA (Sekretaris Daerah) dan beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang diduga dilakukan dengan cara sistem pinjam pakai seperti terkonfirmasi oleh kalangan wartawan kepada sejumlah pihak terkait.

Namun hal itu mendapat tanggapan berbeda dari kalangan aktivis yang tergabung Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) setelah melakukan aksi damai ke Kantor BPRS hari ini, Jum’at , 5 Maret 2021.

AMS mempertanyakan bagaimana kronologis berikut rasionalisasi hingga Bank BPRS Sumenep.

“ Sementara itu SEKDA dan OPD, terkait bantuan berupa mobil bukanlah suatu hal yang rasional dimana SEKDA dan OPD juga sudah mempunyai fasilitas dari (pemerintah) daerah yang kami anggap sangat cukup,” demikian Abdul Mahmud, Korlap aksi AMS dalam rilisnya yang diterima Redaksi, Jum;at.

Mahmud juga mempertanyakan apakah mobil plat merah itu masih kurang dalam menunjang kinerja SEKDA dan OPD terkait.

Seharusnya Bank BPRS Sumenep, lanjut Mahmud, lebih bijak lagi dalam hal ini. Dilihat dari angka pengangguran dan angka kemiskinan kabupaten Sumenep kian meningkat,

“Tapi kenapa dalam hal ini Bank BPRS Sumenep malah menggelontorkan anggaran yang itu tidak menjadi kebutuhan primer masyarakat Kabupaten Sumenep.
Atas hal demikian kami mencurigai hal ini. Antara BUMD dan SEKDA begitupun OPD terkait,”sambung Abdul Mahmud merinci keterangannya.

Abdul Mahmud juga menlanjutkan keterangannya lebih rinci,

“Karena dasar yang kuat bahwa perwakilan dari Bank BPRS yang menemui kami ketika kami kejar dengan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan kronologis, malah memberikan penjelasan yang tidak rasional bahkan keluar dari konteks pembahasan yang kami tanyakan,”tandasnya.

HotNews:  Wujudkan Wilayah Binaan Yang Sehat, Babinsa Koramil 06 Saronggi Komsos Dengan Bidan Desa

Pihaknya mengaku tidak akan berhenti begitu saja dalam mencari kebenaran dalam persoalan ini.
“Kami AMS tidak main-main dalam hal ini, kecurigaan ini muncul akibat diskusi kami tadi dengan perwakilan dari Bank BPRS. Dan segera mungkin akan kami lakukan aksi lanjutan terkait hal ini,”tutupnya.
Sebelumnya marak diberitakan media, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep diduga menerima mobil pribadi dari PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar.

Sementara Edy Rasiyadi, Sekdakab Sumenep dikonfirmasi wartawan sebelumnya membenarkan adanya “pemberian” mobil mewah dari pihak BPRS Bhakti Sumekar tersebut.

“itu gini, bukan hanya saya yang dapat (mobil mewah dari BPRS Bhakti Sumekar),” ucap Edy Rasiyadi seperti dilansir dari TribunMadura.com edisi Senin 1 Maret 2021 Lalu. [aza/dbs/trb/fer]