Dua oknum wartawan yang tergabung di organisasi AWPI yang meminta-minta sumbangan tengah di klarifikasi Wartawan di Madiun, Agus Cahyono (duduk paling kiri depan ) dan Suradi (duduk paling kanan depan).

MADURA EXPOSE–Berdalih meminta sumbangan untuk deklarasi di Madiun, organisasi Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), dinilai banyak kalangan cukup meresahkan. Pasalnya, organisasi yang anggotanya banyak yang bukan dari kalangan wartawan ini, membuat proposal untuk meminta sumbangan di berbagai instansi pemerintahan, perkantoran, perusahaan hingga ke Desa maupun Kelurahan di Kota dan Kabupaten Madiun.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Keresahan masyarakat mulai mencuat ketika dua oknum wartawan yang mengaku tergabung di AWPI mendatangi salah satu perusahaan roti di Jl. Cokroaminoto Kota Madiun dengan maksud meminta sumbangan. Merasa curiga dan tak yakin dengan keberadaan dua oknum wartawan itu, Manager Operasional perusahaan, Eka Rahmad Susanto berkoordinasi dengan salah satu temannya yang kebetulan juga berprofesi sebagai wartawan di Kota Madiun yang kemudian menghubungi teman media lainnya.

Eka Rahmad Susanto mengaku dirinya diberi selebaran yang isinya meminta bantuan uang untuk pelaksanaan pelantikan pengurus cabang AWPI Madiun, namun dia hanya diperbolehkan membaca isi proposal dengan alasan cuma satu dan untuk mencari sumbangan ke tempat lain. [(Joe/iFJ)]