maduraexpose.com
Tari muang sangkal khas Keraton Sumenep, Madura. [Foto: Ferry Arbania/Maduraexpose.com]
RANAH PESANTREN

Mengukuhkan Khidmah: Puncak Gebyar Muharram dan Pelantikan PAC Muslimat NU Sumenep

469
×

Mengukuhkan Khidmah: Puncak Gebyar Muharram dan Pelantikan PAC Muslimat NU Sumenep

Sebarkan artikel ini

Editor: Ferry Arbania

PAC Muslimat NU Se-Sumenep Resmi Dilantik di Puncak Gebyar Muharram 1447 H. Rabu (17/09/2025).

SUMENEP – Sebuah momen yang penuh berkah dan khidmat terukir di puncak Gebyar Muharram 1447 H. Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumenep menggelar acara istimewa yang menjadi saksi bisu penguatan barisan perjuangan.

 

Di Graha Adi Poday, pada hari Rabu (17/9/2025), puluhan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Sumenep dilantik secara resmi.

Acara dibuka dengan lantunan istighatsah dan shalawat Nabi, menciptakan suasana yang menyejukkan hati dan penuh keberkahan. Setelah itu, prosesi pelantikan dimulai, mengikat janji para pengurus untuk berkhidmat dengan tulus di jalan Allah.


 

Semangat Pengabdian: Dari Daratan Hingga Kepulauan

 

Ketua PC Muslimat NU Sumenep, Nyai Hj. Dewi Khalifah, menyampaikan rasa syukurnya melihat semangat luar biasa dari para pengurus PAC. “Alhamdulillah, para pengurus dari kepulauan bisa hadir meski harus menantang ombak besar. Semoga kembali dengan selamat, dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” ujarnya penuh haru.

 

Beliau menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah amanah dan momentum untuk meningkatkan kapasitas diri. Oleh karena itu, berbagai kegiatan seperti lomba cerdas cermat telah diadakan sebelumnya, agar para pengurus tidak hanya ikut-ikutan tradisi, tetapi benar-benar memahami makna berkhidmah di Muslimat NU.


 

Program Berkah: Berkhidmah untuk Umat

 

Nyai Dewi juga memaparkan berbagai program unggulan Muslimat NU Sumenep yang menjadi wujud nyata pengabdian mereka kepada umat:

  • Pendidikan: Muslimat NU mengelola PKBM dan Sekolah Lansia, sebuah majelis ilmu bagi para ibu dan jamaah. Di sini, mereka tidak hanya belajar memperbaiki tata ibadah harian, tetapi juga meningkatkan keterampilan ekonomi produktif, agar bisa mandiri dan berkah.
  • Kesehatan: Menanggapi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, Muslimat NU aktif menggalakkan imunisasi. Mereka mengimbau seluruh PAC untuk terus berkoordinasi dengan puskesmas dan posyandu agar tidak ada lagi kasus campak di Sumenep. Ini adalah wujud kepedulian mereka terhadap kesehatan umat, sebuah bagian dari dakwah bil hal.
  • Ekonomi: Muslimat NU mendorong kader untuk mengembangkan produk unggulan. Dengan kemudahan perizinan usaha dan sertifikasi halal, diharapkan produk-produk ini bisa menjadi penggerak ekonomi keluarga yang kreatif dan produktif.

 

Di akhir sambutannya, Nyai Dewi berpesan agar seluruh Muslimat NU senantiasa diberi kekuatan untuk berkhidmah, dan menutup dengan doa yang menyentuh hati. “Mari kita berdoa agar negeri ini menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Semoga kita sehat jasmani, rohani, juga sehat dompetnya. Amin.”

 

Acara ditutup dengan Pengajian Umum yang disampaikan oleh KH Halimi Matin, Wakil Katib PCNU Sumenep, dilanjutkan dengan doa bersama, menandai berakhirnya sebuah acara yang penuh makna dan keberkahan.

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


---Exposiana----