Mengenal Lebih Dekat Habib Luthfi Bin Yahya

Terbit: 6 Maret 2017 | 16:25 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Habib Luthfi Bin Yahya lahir di Pekalongan, 10 November 1947 atau 27 Rajab tahun 1367 H. Beliau dilahirkan dari seorang syarifah bernama sayidah al Karimah as Syarifah Nur. Habib Luthfi bin Yahya ini memiliki jabatan organisasi sebagai Ketua Umum MUI di Jawa Tengah, sebagai anggota Syuriyah PBNU, dan merupakan Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah. Pendidikan pertama beliau didapatkan dari ayahanda tercinta yaitu al Habib al Hafidz ‘Ali al Ghalib. Setelah itu beliau belajar selama 3 tahun di Madrasah Salafiah.

Tahun 1959 M, beliau melanjutkan sekolahnya di sebuah pondok pesantren Benda Kerep, Cirebon. Selanjutnya ke Indramayu, Purwokerto, kemudian Tegal. Setelah itu belaiu melanjutkan ke Mekah, Madinah dan negara-negara lainnya. Dari para ulama-ulama besar , wali-wali Allah, serta guru-guru agama lah Beliau mendapatkan ilmu-ilmu agama, seperti ilmu syari’ah, tasawuf, dan thariqah dan tasawuf.

Dari para guru tersebut Beliau mendapatkan ijazah Khas (khusus) dan ijazah ‘Am (umum) dalam bidang Da’wah dan nasyru syari’ah atau menyebarkan syari’ah, kitab-kitab tauhid, kitab-kitab hadits, kitab-kitab shalawat, tashawuf, sanad, thariqah, kitab thariqah, riwayat, bacaan-bacaan aurad, tafsir, dirayat, nahwu, tashwuf, nasab, hizib-hizib, sanad-sanadnya, dan kitab-kitab kedokteran. Selain itu Beliau juga mendapatkan ijazah untuk membai’at.

Habib Lutfhi aktif diberbagai macam kegiatan, seperti Pengajian Thariqah setiap jum’at Kliwon pagi, Pengajian Ihya Ulumidin setiap Selasa malam, Pengajian Fath Qarib setiap Rabu pagi yang dikhususkan bagi ibu-ibu, Pengajian Ahad pagi dan pengajian thariqah yang juga dikhususkan bagi ibu-ibu, Pengajian setiap bulan Ramadhan yang diperuntukkan santri Aliyah, Da’wah ilallah diberbagai kawasan di Nusantara, Rangakain Maulid Kanzus di kota Pekalongan dan daerah-daerah sekitarnya, dan masih banyak kegiatan-kegiatan lainnya.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *