Dr Zakir Naik Akan Ceramah di Indonesia, Ini Alasannya…

Terbit: 3 Maret 2017 | 16:37 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Dr Zakir Naik, ulama kelas dunia dari India adalah seorang dai yang luar biasa. Hal itu disampaikan Direktur An Nahl Institute Jakarta Ustaz Ahmad Buchory Muslim usai pertemuannya dengan Dr Naik bersama sejumlah ulama.

“Dr Zakir Naik adalah dai luar biasa. Beliau bukan lulusan universitas atau perguruan tinggi Islam tapi mampu menguasai Alquran dengan baik, hafal, dan menguasai Injil, Weda, dan lain-lain,” kata Buchory Muslim di Jakarta, Kamis (2/3) malam.

Nama Dr Zakir Naik dikenal luas secara internasional sebagai pembicara umum Muslim dan penulis hal-hal tentang Islam dan perbandingan agama. Yang menarik, ia adalah seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran University of Mumbai, India. Ia sempat bekerja sebagai dokter di Mumbai, sebelum akhirnya memutuskan beralih menjadi seorang pendakwah pada 1991.

Keputusannya menjadi seorang pendakwah terinspirasi dari Ahmed Deedat yang merupakan seorang pendakwah Islam yang aktif melakukan dakwah selama 40 tahun lebih. Bahkan Dr Zakir Naik dijuluki Ahmed Deedat Plus. Ia telah membuat pastur dan pendeta merasa ngeri berhadapan dengannya karena argumentasinya belum pernah terpatahkan.

“Dengan pengetahuan dan penguasaannya terhadap Injil, Weda, dan lain-lain, Dr Zakir Naik selalu siap berdiskusi bahkan berdebat dengan tokoh-tokoh dari berbagai agama dengan argumentasi yang tak pernah terpatahkan. Beliau dai yang luar biasa,” kata Buchory.

Pimpinan Majelis az-Zikra Ustaz Muhammad Arifin Ilham yang Kamis (2/3) sore kemarin juga bertemu Dr Zakir Naik mengatakan, Zakir Naik adalah sosok ulama yang santun, lemah lembut, pintar, serta jago debat dengan alasan atau hujjah yang tepat dan mengena.

“Beliau pun selalu berdakwah dengan hikmah dan contoh-contoh yang baik, sehingga jutaan orang di dunia masuk Islam melalui wasilahnya. Ini yang perlu kita teladani,” kata Ustaz Arifin Ilham.

[ROL]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *