Mendadak Seluruh Pelayaran dari Pelabuhan Kalianget Dihentikan Total

Terbit: 11 Januari 2026 | 20:42 WIB

MaduraExpose.com – Aktivitas maritim di gerbang utama Kepulauan Sumenep lumpuh sementara. Seluruh operasional pelayaran di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, resmi dihentikan akibat cuaca buruk yang melanda perairan Jawa Timur sejak akhir pekan ini.

Langkah tegas ini diambil oleh otoritas pelabuhan guna menghindari risiko kecelakaan laut menyusul peringatan dini gelombang tinggi yang dirilis oleh otoritas meteorologi. Penundaan ini mencakup seluruh rute, mulai dari rute perintis antarpulau di Sumenep hingga jalur penyeberangan jarak jauh menuju Jawa dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Prioritas Keselamatan di Tengah Gelombang Tinggi

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, menegaskan bahwa keputusan penghentian pelayaran didasarkan pada pertimbangan keselamatan jiwa dan harta benda di laut. Berdasarkan koordinasi teknis, kondisi gelombang saat ini dinilai berada pada level yang tidak aman bagi pelayaran.

Menurut keterangan Anas pada Minggu (11/01/2026), seluruh keberangkatan ditunda hingga kondisi cuaca menunjukkan tren perbaikan yang signifikan. Fokus utama otoritas saat ini adalah memastikan tidak ada kapal yang memaksakan keberangkatan demi keselamatan seluruh penumpang, awak kapal, serta barang angkutan.

Prediksi BMKG: Waspada Gelombang Hingga 2,5 Meter

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan adanya eskalasi tinggi gelombang di kisaran 1,5 hingga 2,5 meter. Kondisi ini kian diperparah dengan peningkatan kecepatan angin kencang yang melintasi wilayah perairan Madura dan sekitarnya.

Beberapa titik perairan yang menjadi sorotan merah meliputi:

  • Perairan Kepulauan Masalembu

  • Perairan Kepulauan Kangean

  • Perairan Kepulauan Sapudi

  • Perairan Sumenep bagian Utara

Otoritas memprediksi cuaca ekstrem ini akan berlangsung setidaknya mulai tanggal 10 hingga 13 Januari 2026. Sebagai landasan hukum penghentian operasional, KSOP Kalianget telah menerbitkan Surat Edaran Nomor AL.201/4/19/KSOP.Klg/2026.

Imbauan Bagi Penumpang dan Pelaku Logistik

Penundaan ini berdampak langsung pada penumpukan calon penumpang dan logistik di sekitar area pelabuhan. Azwar Anas mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum merencanakan perjalanan kembali.

Langkah antisipatif ini diharapkan dapat meminimalisir potensi insiden di laut (seperti kapal karam atau terbalik) yang kerap terjadi akibat anomali cuaca di awal tahun. Pihak pelabuhan akan terus berkoordinasi dengan nakhoda dan perusahaan pelayaran untuk memperbarui jadwal keberangkatan segera setelah laut dinyatakan kondusif oleh Syahbandar. [Tim/Red]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *