MaduraExpose.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep resmi memulai pendistribusian bantuan seragam gratis bagi belasan ribu siswa kelas II SD dan MI di seluruh wilayah ujung timur Pulau Madura. Penyaluran secara bertahap ini dimulai sejak Selasa (6/1/2026) sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra, memberikan klarifikasi tegas terkait lini masa pendistribusian guna menepis isu keterlambatan pengadaan.
Tuntas Sebelum Kontrak Berakhir
Agus memastikan bahwa proses produksi seragam oleh pihak penyedia, CV Awina Grup, telah rampung 100 persen sebelum masa kontrak berakhir pada 29 Desember 2025. Namun, distribusi baru bisa dilakukan pada minggu pertama Januari 2026 karena menyesuaikan dengan kalender pendidikan.
“Seragamnya sudah siap sejak akhir tahun lalu. Namun karena saat itu bertepatan dengan masa libur sekolah, distribusi baru bisa efektif kami lakukan setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali berjalan,” jelas Agus Dwi Saputra, Kamis (8/1/2026).
Pola Satu Titik Kecamatan untuk Pengawasan Ketat
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Disdik Sumenep menerapkan sistem Satu Titik Pengambilan di setiap kecamatan. Pola ini sengaja dipilih untuk memudahkan pengawasan serta memastikan jumlah seragam yang diterima sesuai dengan data usulan kepala sekolah.
Hingga saat ini, distribusi menunjukkan progres positif:
-
Kecamatan Batuan: Penyaluran untuk SD telah rampung 100%, MI dalam proses penyelesaian.
-
Wilayah Daratan: Kecamatan Dungkek, Gapura, Pasongsongan, dan Ambunten masuk dalam jadwal prioritas pekan ini.
-
Wilayah Kepulauan: Sedang dilakukan penyesuaian dengan jadwal kapal dan kondisi cuaca.
Kepala Bidang SD Disdik Sumenep, Ardiansyah Ali Sochibi, menambahkan bahwa pihaknya menargetkan seluruh siswa sudah mengenakan seragam baru sebelum akhir Januari 2026. “Petugas distribusi kami terus bergerak marathon agar tepat waktu,” tegasnya.
Efisiensi Anggaran: Hemat Rp100 Juta
Program yang menjadi prioritas Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo ini tergolong sukses dari sisi manajemen keuangan. Dari total pagu anggaran sebesar Rp3,5 miliar, realisasi belanja yang digunakan hanya sekitar Rp3,4 miliar.
Hal ini menunjukkan adanya efisiensi anggaran sebesar Rp100 juta yang kemudian masuk sebagai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).
“Tujuan utama kami adalah meringankan beban orang tua siswa. Kami ingin memastikan tidak ada anak di Sumenep yang terkendala sekolah hanya karena masalah seragam,” pungkas Agus. [Tim/Red]








