Memperkuat Tradisi Keilmuan: Santri Sumenep Pelajari Tata Kelola Literasi Digital di Dispusip

Terbit: 16 Desember 2025 | 01:43 WIB

SUMENEP – Penguatan literasi di lingkungan pesantren kini menjadi perhatian serius, sejalan dengan tuntutan modernisasi dunia pendidikan Islam. Guna memperkaya wawasan dan keterampilan praktis, sebanyak 35 santri didampingi 4 ustadzah dari salah satu pesantren di Sumenep mengikuti Kunjungan Edukatif Akhir Semester (KAS) ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep, Senin (15/12/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Maisurah Febriani, sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman untuk mengenalkan santri pada tata kelola perpustakaan yang adaptif, mulai dari sistem manual hingga digital, yang relevan diterapkan di lingkungan pondok pesantren.

Perpustakaan sebagai Pusat Ilmu Pengetahuan Islam

Maisurah Febriani menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman filosofis tentang peran vital perpustakaan dalam tradisi keilmuan Islam.

“Kami ingin santri memahami bahwa perpustakaan adalah pusat ilmu pengetahuan. Dengan melihat langsung pengelolaannya, mereka mendapatkan gambaran konkret bagaimana literasi dibangun secara sistematis, sebuah fondasi penting dalam tradisi ulama,” kata Maisurah Febriani.

Rombongan santri mendapat kesan positif terhadap pelayanan dan fasilitas Dispusip Sumenep. Maisurah menyoroti lingkungan yang nyaman, kondusif, dan tertata rapi yang sangat mendukung proses belajar.

Transformasi Perpustakaan Pesantren Menuju Era Digital

Dispusip Sumenep menyambut hangat kunjungan edukatif ini. Pustakawan Ahli Muda Dispusip Sumenep, Drs. Syaiful Bahri, yang mewakili kepala dinas, menekankan peran strategis perpustakaan dalam pembangunan sumber daya manusia, termasuk bagi komunitas pesantren.

“Perpustakaan hari ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi sebagai pusat literasi dan pembelajaran sepanjang hayat. Pesantren memiliki peran penting dalam membangun tradisi keilmuan tersebut,” kata Syaiful Bahri.

Ia menambahkan, transformasi pengelolaan perpustakaan pesantren dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari sistem manual yang tertib, kemudian dikembangkan ke arah digital. Dispusip Sumenep menyatakan siap menjadi mitra pendamping bagi lembaga pendidikan keagamaan yang ingin mengembangkan perpustakaan modern.

Kunjungan ini diharapkan mampu memperluas wawasan santri, mendorong mereka menjadi duta literasi di pondok, sekaligus mendorong lahirnya perpustakaan pesantren yang adaptif, berkelanjutan, dan relevan dengan perkembangan zaman.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *