MADURA EXPOSE—Sejumlah kalangan meragukan keseriusan Pemkab Sumenep yang berencana merelokasi pedagang kaki lima (PKL) yang sudah sepuluh tahun lebih berjualan di Taman Adipura atau lebih dikenal dengan Taman Bunga Sumenep.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Penertiban PKL di Taman Bunga akan berhadapan banyak pihak yang selama ini diduga menerima upeti dari para pemilik lapak yang berjualan. Kuncinya ada di Pak Wabup yang baru. Kalau beliau pro rakyat, penertiban PKL akan berjalan lancar”, Jhon F.Bari, Direktur Sumekar Network kepada Madura Expose, Kamis, 7 April 2016.

Pihaknya juga mendesak Wabup segera mengusut adanya rumor beberapa oknum pejabat dilingkungan Pemkab yang selam ini diduga sering menerima “upeti” dari kalangan PKL agar tidak meresahkan.

“Kalu rezim pemerintahan sebelumnya saya khawatir dibayang-bayangi rasa sungkan atau tidak enak bertindak tegas. Sekarang solusinya ada di Pak Wabup Fauzi untuk melakukan perubahan”, imbuhnya.

Sebelumnya beredar rumor dikalangan PKL tentang adanya dugaan oknum pejabat yang menerima upeti dari para pedagang di Taman Bunga Sumenep. Persoalan itu mencuat setelah muncul rencana Pemkab untuk merelokasi lapak pedagang ke Lapangan Giling Sumenep.

Rencana penertiban ini mendapat reaksi keras dan penolakan dari para pedagang yang selama ini mengaku sudah mengeluarkan banyak biaya. [M28/F24/Mex/**]