Marak Penebangan Pohon Asam, Pemkab Sumenep Diminta Bertindak Tegas!

0
180
Ilustrasi pembalakan liar/net

Maduraexpose.com–Penebangan kayu di sepanjang jalan nasional khususnya Desa Kebunan dan Desa Lalangon dapat keluhan masyarakat.

Penebangan itu, diduga tidak mengantongi ijin dan terkesan ada pembiaran selama ini oleh pihak terkait. Faktanya, sudah banyak pohon asam disempajang jalan raya banyak ditebang.

Bagaimana, komitmen pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menjaga lingkungan atau Menjaga paru paru kota yang mengakibatkan panas global.

“Sangat perihatin dengan penebangan pohon disepanjang jalan raya nasional, padahal ini bisa saja merugikan mata air berkurang,” kata Abdur Rahman warga Desa Lalangon.

Addur menyampaikan, kenapa pemerintah kabupaten membiarkan hal ini terjadi. “Apakah penebangan ini sengaja dibiarkan,” ungkapnya dengan penuh tanya.

Pohon – pohon yang tertanam atau sengaja ditanam disetiap pinggir jalan, lanjut Addu, pastinya mempunyai tujuan atau fungsi untuk membuat sepanjang jalan terlihat sejuk dan yang pastinya mengurangi dampak polusi yang dihasilkan dari semua kendaraan bermotor.

“Kita juga pasti merasakan hal yang berbeda bila kita berkendara di jalan yang disisi jalannya tertanam pohon – pohon rindang dibandingkan berjalan disisi jalan yang sama sekali tidak ada tanaman atau pohon pasti terasa amat panas,” ucapnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) AMDAL, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, Seinal mengatakan, untuk ijin penebangan sepanjang jalan nasional hanya di daerah kecamatan pragaan dan kecamatan saronggi.

“Yang saya tau surat pemberitahuan dari Kementerian Satker PUPR Bangkalan hanya wilayah itu yang ada ijin penebangan,” jelasnya.

Sedangkan, untuk wilayah lainnya, kata Seinal, seperti jalan raya manding dan yang lainnya sampai saat ini belum ada pemberitahuan.

“yang ada ijin penebangan pragaan saronggi, kalau yang utara tidak ada.

apalagi kata Seinal saat melakukan penebangan tidak ada petugas. bisa dipastikan itu penebangan liar.

“Kalau saat penebangan tidak ada petugas, ya bisa dipastikan tidak berijin,” tukasnya.

(Tim)