Lumpur Lapindo ‘Disihir’ Jadi Objek Wisata Geologi

Terbit: 8 November 2015 | 08:50 WIB

Maduraexpose.com- Peristiwa kebocoran pipa gas Lapindo pada Mei 2006 silam telah memuntahkan jutaan kubik lumpur di kawasan Sidoarjo Jawa Timur dan menelan hamparan sawah hijau, gedung-gedung sekolah, pabrik dan pemukiman penduduk berubah menjadi wajah lumpur.

Tak ayal sekitar 40 ribu penduduk setempat harus rela mengungsi meninggalkan kampung halaman mereka tercinta. Semburan lumpur yang disebabkan ‘kubangan’ proyek PT Lapindo Brantas itu telah memuntahkan sedikitnya 180 ribu meter kubuk lumpur saban harinya. Petaka ini diprediksi akan terus berlanjut hingga kiamat menjemput, atau paling tidak sampai 30 tahun mendatang.

Hingga saat ini, ratusan orang dari berbagai pelosok negeri ini, bahkan dari manca negara, terus memadati hamparan lumpur Lapindo ini. Rasa penasaran yang hebat, membuat mereka tulus merogoh saku meski sekedar untuk ber-selfie-ria, meski ada juga yang sengaja datang untuk kepentingan penelitian geologi.

(fer/drm)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Strategi Emil Dardak Perkuat Ekonomi Desa Lewat Jambore Kampung Tematik 2026 di Madiun

    Terbit: 25 Februari 2026 | 21:45 WIB SURABAYA, MADURA EXPOSE – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jambore Nasional Kampung Tematik Indonesia (KTI) yang…

    Kiblat Surabaya di Sumenep: Mengurai Sengkarut Kemiskinan dari Level RT

    Terbit: 23 Februari 2026 | 05:22 WIB Sumenep, MaduraExpose.com-  Momentum Ramadhan 2026 di Kabupaten Sumenep tahun ini tidak hanya diisi dengan ritual keagamaan. Di balik tembok tebal Pendopo Agung Keraton,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *