Oleh : Eddy Roesdiono/kompasiana
Tulisan ini menyusul posting saya sebelumnya Aspek Psikososial Merokok yang menyodorkan pendapat tentang aspek-aspek psikososial perokok dan lingkungannya. Di tulisan tersebut, ada bahasan pendek tentang peran SPG rokok dalam membantu menyulutkan api pertama pada perokok coba-coba (trial smokers) dan perokok pemula (beginner smokers).

Fenomena kehadiran SPG (Sales Promotion Girls) rokok berangkat dari kebutuhan rekayasa marketing rokok di dalam persaingan industri hisap menghisap ini, terutama dalam sistem marketing produsen rokok dengan pangsa pasar di bawah pangsa pasar produsen papan atas terutama dalam mengisi celah-celah marketing di luar audiens iklan televisi, radio dan media cetak.

Merokok atau rokok itu dekat dengan lelaki, dan karib pula dengan kegiatan-kegiatan sosial lelaki. Makhluk yang paling bisa diandalkan untuk mendekati lelaki, menjalin komunikasi sosial yang lancar, memiliki daya persuasi yang tangguh, adalah perempuan muda, alias GIRLS.

Itulah sebabnya, nama armada ini adalah SPG (Sales Promotion GIRLS). Saya berani bertaruh, tak banyak atau bahkan tak ada dunia marketing yang berani pasang istilah SPB (Sales Promotion Boys).

Berbeda dengan SPG-SPG lainya (misalnya SPG mesin cuci, SPG asuransi, SPG kartu kredit belakangan ini), kemasan penampilan lahiriah SPG rokok disejajarkan dengan SPG mobil dan SPG telepon seluler, yakni usia muda, paras cantik, perawakan seksi, dan kulit bersih serta tinggi badan di atas 160 cm.

Mbak-mbak cantik ini disyaratkan pula untuk menguasai kemampuan berkomunikasi, kemampuan persuasi, dan pemahaman product knowledge. Upah yang masuk kantok SPG rokok lumayan besar. Seorang SPG rokok kerabat saya, sebut saja namanya Sari, mengaku bisa memperoleh Rp 400.000 untuk satu sesi kerja 8 jam.

Kalau Sari bisa melampaui target penjualan, ia dapat upah ekstra. Kalau pas tak ada job promosi rokok, Sari bisa jadi SPG produk kendaraan bermotor, SPG real estate, atau SPG telepon genggam. Kemolekan mereka memberikan banjiran rejeki.

Ingin tahu contoh iklan lowongan SPG rokok? Ini dia :

Urgent Need…… SPG EVENT ROKOK SPG perusahaan rokok terkemuka, dapat berkomunikasi dengan baik dan lancar, berani berpenampilan, freelance, tidak terikat kontrak, V100-200/day, Penempatan Jabodetabek. Kirim CV lengkap (termasuk body measurement), Foto (closeup & full badan 4R) tinggi min 165cm Bagi yang memenuhi kriteria di atas, silahkan kirim lamaran ke Email: xxxx

Ist. SPG cantik tawarkan rokok (Istimewa)

SPG rokok disiapkan untuk mendongkrak penjualan produk melalui kekuatan persuasi bermodalkan kekuatan pesona lahiriah perempuan. Mereka ditempatkan di stand-stand atau counter-counter di pusat keramaian (mall, pertokoan, konser musik). Mereka juga dipercantik dengan make-up dan busana menarik (untuk menggantikan kata ‘seksi’ dan ‘seronok’).

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Selain berjaga di counter, mereka juga diperintahkan untuk go-mobile, bergerak ke tempat-tempat para lelaki perokok berkumpul (cafe, restauran, diskotik dan tempat nongkrong lain), untuk mempersuasi calon pembeli. Melalui SPG rokok akan terpapar fakta sederhana ini : timbulnya perokok-perokok baru dan meningkatnya frekuensi merokok para perokok.

Ikhwal perokok baru, ini terjadi karena SPG rokok juga menawarkan free-sample (contoh gratis) yang sulit ditampik, terutama oleh kalangan muda usia, menjadikan kalangan muda dan non-perokok beralih menjadi trial smoker atau beginner smoker. Bila nikmat asap rokok telah membelenggu para trial smoker, bisa dipastikan bakal ada calon-calon social smoker baru (sesama perokok remaja) yang nantinya bergulir menjadi heavy smokers.

Soal meningkatnya frekuensi merokok para perokok bisa kita lihat dari fakta bahwa para SPG cenderung sukses membujuk para perokok untuk membeli rokok lebih dari sekedar satu pak, bahkan sampai satu slop, apalagi bila teknik penjualan dimeriahkan juga dengan undian kupon berhadiah, pemberian merchandise (korek api gas, asbak mungil yang bisa digantung di leher, kaos oblong), atau kerling dan canda heboh si mbak SPG.

Lalu apa kata para perokok yang berhadapan dengan mbak-mbak SPG rokok? ”Tawaran rokok cewek-cewek SPG manis-manis itu sulit ditolak. Gimana mau nolak kalau si mbak bilang, ”beli dua pak dong, Om, nanti saya bantu nyalain rokoknya?”.

Atau, ”Seneng lho kalau lagi nongkrong di cafe ada mbak-mbak nawarin rokok, terus dia mau ikutan duduk-duduk kalau kita beli satu slop rokok. Atau, ”Asyik aja, kadang kalau saya beli satu slop, si mbak kasih saya nomor HP-nya”

Sebelum ada Pamdal, dua SPG cantik ini tak jarang tebar pesona di ruang kerja anggota DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur (Dok)

Apakah ini berarti bahwa godaan-godaan untuk mulai merokok, kambuh merokok seperti yang dirangsangkan para SPG rokok itu tidak mendukung gerakan berhenti merokok seperti yang dicita-citakan sebagian perokok? Mungkin saja. Tapi semua terpulang kepada si empunya cita-cita. Kalau memang mantap mau berhenti merokok, kenapa pula keelokan si mbak SPG dan rayuannya membatalkan keinginan itu?

Akhir kata, saya mau buka rahasia. Pada tanggal 31 Desember 2008, saat pergantian tahun saya bikin new year resolution, yakni mau berhenti merokok demi kesehatan dan demi anak istri. Saya sukses tidak merokok sebatangpun sampai 14 bulan kemudian. Februari 2010, saya mulai merokok lagi.

Spg rokok sedang menawarkan product ke wartawan Sumenep


Penyebabnya sederhana. Saya nongkrong di sebuah cafe di mall S di Surabaya dengan beberapa teman. Segerombolan SPG rokok bukan merek kesukaan saya datang menyerbu, membujuk, menebar kata manis. Semula saya menolak, tapi kemudian si cantik penjaja rokok, dengan wajah sedap, mengucapkan rayuan yang saya beri warna biru di atas (silakan scroll up untuk menyimak kalimat yang saya birukan).

Hanya gara-gara itu, saya mulai merokok lagi setelah berhenti 14 bulan. Dan saya tidak berhenti sampai saat saya menulis ini.(*)

Ilustrasi Foto : Dok.MaduraExpose.com