MADURAEXPOSE.COM—Bupati Sumenep A.Busyro Karim mengajak seluruh pelaku kuliner di Sumenep menjadikan bazaar takjil Ramadhan sebagai momentum untuk membangkitkan masakan tradisional yang menyehatkan.

Bazar yang dipusatkan di Lapangan Giling Sumenep itu, lanjut Busyro, menjadi peluang bagi para pedagang kecil untuk mempromosikan hasil kreatfitas mereka berupa jenis makanan daerah sesuai dengan khas masing-masing.

“Bazar ini membuka peluang bagi pedagang kecil menjual anka usahanya secara luas. Kami berharap momen ini sekaligus menjadi ajang dalam rangka membangkitkan masakan tradisional,ungkap Bupati Busyro Karim saat memberikan sepirit kepada ratusan Pedagang Kereatif Lapangan (PKL), di Area Bazar Takjil Ramadhan, Lapangan Giling, Kota Sumenep, Sabtu sore, (27/05/2017).

Suasana bazar takjil Ramadhan 1438 H di hari pertama, Sabtu 27 Mei 2017.

Suami Nurfitriana ini juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stand jualan milik PKL yang menjajakan berbagai macam takjil Ramadhan.

Pihaknya juga menjelaskan, Bazar ini terselenggara berkat kerjasama pihak Pemkab dengan Bagian Prekonomian Setkab Sumenep hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

Adapun jumlah stand Bazar Takjil Ramadhan yang ikut berpartisipasi tahun ini berjumlah 85 stand dengan rincian, 65 stand kuliner dan konveksi sebayak 20 stand. [*/Ferry]

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM
HotNews:  Calon Bupati Sumenep 2020 Wajib Baca 'Cara' Menang Pilkada Ala Buya Ini