LDII Sumenep Kokohkan Karakter Islami Generasi Muda Lewat Festival Anak Sholeh

Terbit: 12 Oktober 2025 | 19:34 WIB

SUMENEP — Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak Generasi Penerus yang berakhlak mulia melalui penyelenggaraan Festival Anak Sholeh (FAS).

 

Ratusan peserta, dari tingkat usia dini hingga remaja, memeriahkan berbagai ajang kompetisi keislaman yang digelar di Halaman Kantor DPD LDII Sumenep, Minggu (12/10/2025).

 

 

Festival ini bukan sekadar panggung kompetisi, melainkan sebuah muhasabah (introspeksi) dan barometer atas keberhasilan program pembinaan di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII.

 

Ketua DPD LDII Kabupaten Sumenep, Musaheri, menjelaskan bahwa FAS merupakan ikhtiar nyata dalam pembentukan karakter ulil albab yang selaras dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah.

 

 

“Kami ingin melihat sejauh mana pembinaan yang dilakukan di tingkat bawah berhasil menanamkan nilai-nilai keislaman, kemandirian, dan akhlakul karimah kepada anak-anak,” ujar Musaheri di sela-sela pembukaan.

 

 

Membentengi Generasi di Era Ghazwul Fikri Digital

 

Musaheri menyadari bahwa generasi digital saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks. Kemudahan akses informasi di era digital bisa menjadi ghazwul fikri (perang pemikiran) jika tidak diimbangi dengan filter keimanan yang kokoh.

 

“Kami yakin, jika anak-anak dibina dengan baik sejak dini, tentu saja mereka masa depannya tumbuh menjadi generasi yang religius, cerdas, kreatif, dan siap membangun daerah,” terangnya.

 

Oleh karena itu, LDII berkomitmen untuk terus meningkatkan pembinaan melalui lembaga pendidikan keagamaan. Tujuannya adalah melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya profesional di bidang umum, tetapi juga Religius, sesuai dengan tema besar kegiatan: “Mewujudkan SDM Profesional Religius Melalui Pembentukan Luhur dan Kemandirian Generasi Penerus.”

 

Kolaborasi Akhlak dan Kemandirian Ekonomi

 

FAS ini diramaikan dengan berbagai lomba bernapaskan Islami, seperti Pildacil (Pidato Dai Cilik) untuk melatih tabligh (menyampaikan kebaikan), Adzan dan Qiroah untuk menguatkan ibadah, serta Cerdas Cermat untuk mengasah pemahaman agama.

 

 

Lebih dari itu, acara ini juga dirangkaikan dengan Bazar UMKM yang diikuti oleh sembilan PAC. Kehadiran bazar ini menjadi penekanan bahwa pembinaan Generasi Penerus LDII tidak hanya fokus pada akhlak dan pemahaman agama, tetapi juga pada kemampuan berkreasi dan berwirausaha (kemandirian ekonomi).

 

 

Musaheri berharap, Festival ini menjadi motivasi bagi generasi muda LDII untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani berkarya, dengan memegang teguh filosofi Islami: “Anak muda harus berkarya serta siap menghadapi kesulitan bahkan kegagalan, karena keberhasilan sering lahir dari kegagalan dan kegagalan itu kesuksesan yang tertunda.”

 

 

Total 175 anak memeriahkan FAS, didukung penuh oleh sembilan PAC yang menampilkan karya dan produk UMKM terbaik mereka, menunjukkan soliditas organisasi dalam pembinaan umat dari tingkat akar rumput. [*]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *