Langgar Tua Itu Bernama Masjid Sendir

0
133

[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM– Masjid Nurul Huda namanya. Terletak di Desa Sendir, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura. Masjid ini terletak di kawasan situs Sendir. Yaitu makam Kiai Agung Rahwan, dan keluarganya.

Kiai Agung Rahwan merupakan tokoh sepuh yang membabat kawasan Sendir, yang diperkirakan hidup pada abad 16.

Menurut catatan genealogi raja-raja Sumenep, sang kiai merupakan putra Kiai Andasmana di bumi Prongpong, Desa Kecer, Kecamatan Dasuk. Kiai Andasmana bersaudara dengan Kiai Astamana, sama-sama anak Pangeran Notoprojo, Keraton Bukabu (1339-1348).

Makam Kiai Agung Rahwan sejak zaman doeloe biasa menjadi rute ziarah banyak orang, khususnya keluarga Keraton Sumenep. Pasalnya, sang kiai merupakan salah satu leluhur raja-raja Sumenep dinasti terakhir (1750-1929), sekaligus juga leluhur para ulama sepuh di Sumenep, Pamekasan, hingga kawasan Tapal Kuda Jawa Timur.

Kembali pada Masjid Sendir, yang terletak sekitar 5 hingga 7 meter di dekat situs makam, dikenal sebagai masjid kuna. Meski saat ini bangunan masjid sudah terlihat modern, dan tidak lagi terlihat ciri khas kunanya.

“Bangunan masjid memang sudah berapa kali mengalami perbaikan dan pemugaran,” kata Imam Alfarisi, salah satu pemerhati sejarah Sumenep yang berasal dari Desa Sendir.

Menurut kisah sesepuh dan turun-temurun di Desa Sendir, masjid ini bercikal bakal pada langgar Kiai Agung Rahwan.

Jika hal itu benar, langgar tersebut merupakan langgar tertua di Lenteng yang masih bisa dipastikan posisinya.

Di dekat masjid, terdapat sumur tua peninggalan Kiai Agung Rahwan. Sumur tersebut masih digunakan, khususnya untuk kepentingan masjid dan masyakarat sekitar.

“Sumur tertua terletak di sebelah selatan bangunan masjid. Di sebelah utara juga ada sumur, namun bukan sumur kuna,” jelas Imam, yang merupakan salah satu anggota Komunitas Ngopi Sejarah (Ngoser), Sabtu (25/07/2020). ( Han, Fer )

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]