
[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM- Prongpong atau Parongpong (sebagian lagi melafalkan Prompong) merupakan salah satu wilayah tertua dalam sejarah peradaban Sumenep.
Di daerah ini, sejak sekitar abad 14, diyakini lentera Islam mulai berpijar dan sekaligus bersinar di kawasan Madura Timur.
Dua tokoh pertama kali disebut sebagai Pembabat wilayah Prongpong adalah Kiai Astamana dan Kiai Andasmana.
Kedua tokoh ini sejatinya adalah para pangeran Sumenep yang keluar dari tembok keraton.
Dalam genealogi raja-raja Sumenep, Astamana dan Andasmana adalah dua dari beberapa anak Pangeran Bukabu (Notoprojo, Keraton Bukabu), raja Sumenep pada 1339-1348 Masehi.
Tahta Sumenep rupanya berpindah pada saudara Pangeran Bukabu, yaitu Pangeran Notoningrat, yang dikenal dengan Pangeran Baragung (Keraton Baragung).
Pangeran Baragung memerintah pada 1348-1358 Masehi.
Kembali pada Kiai Astamana dan Kiai Andasmana, keduanya bermukim di tempat yang dikenal dengan nama Prongpong hingga saat ini.
Wilayah ini berada tidak jauh atau di sebelah timur dari Bukabu (bekas Keraton Bukabu).
“Dulu Prongpong diperkirakan agak luas, dan di masa selanjutnya terjadi pemekaran dan muncul nama-nama daerah baru di sekitarnya,” kata RB Ja’far Shadiq, salah satu pemerhati sejarah Sumenep, Rabu (15/07/2020).
Saat ini Prongpong menjadi nama sebuah kampung di Desa Kecer, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep.
“Tidak ada kisah tentang sejak kapan disebut Prongpong. Tapi jika mengacu pada sosok Kiai Astamana dan Kiai Andasmana, diperkirakan memang sudah dikenal sejak abad 14,” kata Faruq Dardiri, salah satu tokoh muda di Prongpong.
Namun menurut Faruq terdapat kisah turun-temurun bahwa Prongpong berasal dari kata rampong atau parampong.
“Rampong atau rampung. Jadi konon di sinilah semuanya bisa menjadi rampung,” kisah Faruq.
Kiai Astamana dan Kiai Andasmana selanjutnya dikenal sebagai leluhur ulama dan sekaligus umara.
Dari kedua tokoh ini, kiai-kiai agung di Madura Timur bermunculan. Dan dari para ulama tersebut, pada abad 17 lahirlah Bindara Saot, legenda Keraton Sumenep yang menjadi pembuka munculnya dinasti terakhir (1750-1929) yang mengakar pada kalangan santri. (Han/Fer)
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]


![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)
![Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777177675/dandim-sumenep-tinjau-jembatan-ambunten-dan-rutilahu_r7cgu7.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)
![Itjenad TNI AD turun langsung ke Sumenep! Verifikasi ketat dilakukan di Yayasan Al-Itqan untuk memastikan program pemenuhan gizi (SPPG) berjalan transparan dan tepat sasaran. Akuntabilitas jadi kunci utama. [Foto: Dok. Kodim Sumenep For Madura Expose] Itjenad TNI AD turun langsung ke Sumenep! Verifikasi ketat dilakukan di Yayasan Al-Itqan untuk memastikan program pemenuhan gizi (SPPG) berjalan transparan dan tepat sasaran. Akuntabilitas jadi kunci utama. [Foto: Dok. Kodim Sumenep For Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776767695/itjenad-verifikasi-sppg-yayasan-alitqan-sumenep-2026_ojv6t1.jpg)