Lagi, Pemkab Sumenep Gelar Pasar Murah Jelang Lebaran

Terbit: 28 April 2022 | 09:06 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)– Salah satu upaya yang dilakukan Bupati Sumenep Achmad Fauzi untuk mengurangi beban kebutuhuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok (sembako) salah satunya menggulirkan program pasar murah yang difasilitasi melalui Pemkab Sumenep, Jawa Timur.

Menurut Bupati Sumenep Achmad Fauzi,SH,MH, pasar murah yang digelar di lima titik ini merupakan kali kedua selama bulan Ramadhan.

“Awal Ramadhan sudah kita lakukan pasar murah untuk meringankan kebutuhan masyarakat dalam menjalankan puasa . Dan kali ini kita gelar lagi pasar murah, karena biasanya setiap jelang lebaran Idul Fitri terjadi kenaikan harga pada sembako,” ujar Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Kamis 29 April 2022.

Hal senada juga disampaikan Chainur Rasyid, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perindustrian (Dinkop UKM Perindag) Pemkab Sumenep.

Menurutnya, seiring dengan kenaikan harga kebutuhan pokok yang biasa terjadi menjelang hari raya, hadirnya pasar murah ini bisa menekan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Menurut Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perindustrian (Dinkop UKM Perindag) Pemkab Sumenep Chainur Rasyid, pasar murah menjelang Idul Fitri kali ini merupakan kali kedua selama Ramadhan.

“Kenaikan harga kebutuhan bahan pokok biasa terjadi pada awal Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kali ini Pemkab akan gelar di 5 lokasi,” ujarnya.

Adapun lima lokasi itu, yakni di Kecamatan Kota Sumenep, Guluk-Guluk,Kecamatan Rubaru, Kecamatan Gapura, dan Kecamatan Kalianget.

Hanya saja, lanjut Rasyid, kebutuhan bahan pokok yang disediakan di pasar murah menjelang Idul Fitri kali ini berbeda dengan jumlah kebutuhan bahan pokok pada pasar murah di awal Ramadhan.

“Pasar murah di awal Ramadhan lebih banyak pada minyak goreng, karena persediaan minyak goreng di pasaran saat itu memang langka. Untuk pasar murah di lima lokasi ini lebih kepada kebutuhan bahan pokok masyarakat,” imbuhnya.

Chainur Rasyid menambahkan keterangannya, kegiatan pasar murah ini tujuan pokoknya adalah menekan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Sekaligus untuk meringankan beban masyarakat Sumenep yang kurang mampu. Dengan pasar murah ini kebutuhan masyarakat bawah lebih terjangkau secara harga,” tandasnya.

Disinggung apakah operasi pasar murah ini hanya digawangi oleh Dinkop UKM Perindag Sumenep? Chainur Rasyid mengaku tak sendirian.

“Kita melibatkan 33 organisasi perangkat daerah atau OPD dan 30 instansi vertikal sektoral, termasuk juga dari pihak kecamatan,”imbuh Chainur Rasyid.

Dia juga memastikan bahwa semua kebutuhan bakan pokok yang dijul melalui pasar murdah dipastikan dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran.

“Namanya pasar murah, ya harganya juga lebih murah dong dari harga pasaran. Itu bisa lebih murah karena Pemkab Sumenep memberikan subsidi ongkos transportasi,”paparnya. []

Sumber:MaduraExpose
Editor: Ferry Arbania

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *