Kutip Bung Karno, Hj Ansari Tekankan Pentingnya Moderasi Beragama di Pamekasan

Terbit: 23 Desember 2025 | 16:03 WIB

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mengajak para pendidik di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan untuk memperkuat fondasi kebangsaan melalui moderasi beragama. Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Moderasi Beragama yang digelar oleh Direktorat Pesantren, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, belum lama ini.

Dalam orasinya di hadapan guru dari berbagai jenjang pendidikan, legislator asal Dapil Jatim XI Madura ini menekankan bahwa sekolah dan pesantren adalah laboratorium utama dalam mencetak generasi yang toleran.

Menghidupkan Api Persatuan Bung Karno

Hj. Ansari membakar semangat peserta dengan mengutip pidato monumental Sang Proklamator, Bung Karno. Ia mengingatkan bahwa keberagaman adalah takdir bangsa Indonesia yang harus dijaga dengan tekad persatuan.

“Bangsa Indonesia bukan satu agama, bukan satu suku, tetapi satu tekad: Indonesia Merdeka! Sebagaimana kata Bung Karno, kita semua adalah satu bangsa Indonesia. Tidak ada lagi sekat Jawa, Sumatera, atau Sulawesi; semua harus bersatu,” tegas Hj. Ansari dengan nada agitatif-positif.

Bagi politisi Fraksi PDI Perjuangan ini, pesan Bung Karno tetap relevan hingga hari ini, terutama bagi siswa dan santri sebagai generasi penerus yang akan memimpin bangsa di tengah kemajemukan suku, bahasa, dan agama.

Moderasi Beragama Sebagai Kunci Stabilitas

Lebih lanjut, Hj. Ansari menguraikan bahwa moderasi beragama merupakan sikap hidup yang menekankan keseimbangan. Menurutnya, pemahaman yang kuat akan moderasi beragama akan membentengi pemuda dari paham ekstremisme dan liberalisme.

“Moderasi beragama adalah kunci agar persatuan dan kesatuan kita semakin kuat. Ini adalah pendekatan yang mengedepankan kebijaksanaan dalam menjalankan agama di tengah keberagaman masyarakat kita,” imbuhnya.

Penentu Masa Depan Indonesia

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kemenag Kabupaten Pamekasan, Mawardi, menegaskan bahwa moderasi beragama bukan sekadar instrumen persatuan, melainkan penentu masa depan bangsa.

“Penting bagi kita semua untuk terus menanamkan pemahaman moderasi beragama secara utuh demi masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik,” pungkas Mawardi dalam forum yang sama.

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

    Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

    Sembilan Jam Pamekasan dalam Bidikan Korsubgah KPK

    Terbit: 10 April 2026 | 05:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – PAMEKASAN – Pertemuan tertutup selama sembilan jam antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati menjadi sinyal…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *