Konflik Memanas Museum Keraton Surakarta Ditutup

0
965
????????????????????????????????????

Konflik internal berkepanjangan di Keraton Surakarta yang kembali memanas akhir-akhir ini, berbuntut dengan penutupan Museum Keraton Surakarta yang merupakan salah satu andalan pariwisata di Kota Solo. Selama dua hari terakhir, museum yang menyimpan koleksi benda-benda bersejarah peninggalan dinasti Mataram, di sisi timur kompleks keraton tutup, sehingga banyak wisatawan yang berkunjung kecele.

Pelaksana Tugas (Plt) Sunan Paku Buwono (PB) XIII, KGPH Puger, dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu 6 April 2017 siang, menyatakan, obyek wisata di kompleks keraton untuk sementara tidak bisa dikunjungi wisatawan. Kebijakan itu terpaksa ditempuh untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, akibat konflik internal yang kembali memanas.

“Mulai Selasa 4 April 2017, museum, perpustakaan, dan bangunan induk keraton kami tutup untuk umum. Hal itu agar masyarakat tidak ikut terseret ke dalam konflik yang sedang terjadi. Apalagi kondisi pada Selasa lalu keraton tidak mungkin dikunjungi,” katanya kepada Pikiran Rakyat. Puger tidak bisa memastikan sampai kapan Keraton Surakarta tertutup untuk wisatawan. Dia menegaskan, museum dan perpustakaan keraton akan kembali dibuka setelah situasi kondusif.

Manajer Museum Pariwisata Keraton Surakarta, KRMH Suryo Adimijaya, mengungkapkan, sebenarnya museum tidak ada sangkut-pautnya dengan konflik internal keraton. Namun dalam kondisi konflik saat ini, museum yang berada di kompleks keraton tetap terkena imbas. Museum Keraton Surakarta, pada Senin 3 April 2017 sempat dibuka sehari penuh. Namun, sehari berikutnya museum dan perpustakaan terpaksa ditutup, karena di Kori Kamandungan depan Keraton Surakarta banyak personel polisi dan bahkan ada kendaraan taktis Satuan Brimob.

Saat ini, para wisatawan, di antaranya rombongan wisatawan Jepang dan wisatawan domestik dari Manado terpaksa tidak bisa masuk museum maupun kompleks keraton yang biasanya sampai ke Sasana Sewaka. Menurut Suryo, kunjungan wisatawan ke museum saat musim liburan bisa mencapai 600-an orang per hari. Puncak kunjungan biasanya terjadi pada libur Lebaran dan akhir tahun.

Ketua PHRI Solo, Daryono, berharap penutupan Museum Keraton Surakarta tidak berlarut-larut. Dia menjelaskan kepada wartawan, Museum Keraton Surakarta sudah masuk dalam paket kunjungan wisata di Kota Solo. “Kalau museum tidak segera buka akan mengganggu paket wisata. Harapan kamu Museum Keraton harus segera dibuka lagi,” ujarnya.***