Kisruh PKL Adipura, Nitizen Minta Wabup Fauzi Waspadai Jebakan Batman

0
1257
Wabup Sumenep, Achmad Fauzi. Foto:Ferry Arbania/MaduraExpose.Com

MADURA EXPOSE–Penolakan terhadap rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) Taman Bunga makin menguat hingga mengundang reaksi beragam dari berbagai kalangan, termasuk dari pengguna internet aktif (Netizen) yang menyarankan Wakil Bupati (Wabup) Sumenep berhati-hati.

Saking pedulinya terhadap persoalan pro dan kontra PKL Taman Bunga Sumenep, seorang Netizen menyampaikan keprihatinannya melalui media sosial facebook, seperti status terbaru yang ditulis pemilik akun dengan nama Adi Percetakan Atvertising di grup GERAKAN CINTA BUYA (Laskar Super Mantap) kemarin.

“Kasian orng yg cari nafkah dgn berjualan di arial tebe (Taman Bunga,Red). Sumenep kota kecil, dari sejak jamannya nenek moyang kita udah ad kaki lima berjualan disana,” tulis dia melalui grup facebook GERAKAN CINTA BUYA (Laskar Super Mantap).

Pemilik akun ini mengajak para pemangku kebijakan di Sumenep untuk merekontruksi ulang rencana pemindahan (relokasi) PKL Taman Bunga tersebut dengan mencari terobosan baru semisal pembenahan atau penataan.

“Coba jgn di relokasi, di benahi, bangun tempat sperti di kab. Sampang pemekasan dll. ditata buka diusir,” demikian pemilik akun itu memberikan solusi.

Adi juga menyinggung soal uji coba jalan satu arah yang dinilai sangat sulit untuk diterapkan di kota kecil sekelas Sumenep. Tak hanya itu, pemilik akun ini juga mengingatkan Wakil Bupati Achmad Fauzi untuk berhati agar tidak terjebak.

“Jalan satu arah di uji coba dikota kecil ya hasilnya salbut kalang kabut.. . Awas pak fauzi jgn terjebak. Dikau masih bibit unggul untuk memimpin sumenep kedepan.. jgn kau lukai hati pedagang kaki lima.. itu sma sja melukai masa depan bapak… buktikan ….. contohnya super mantap bangun pasar minggu tujuannya apa coba…….. ternyata babak keduanya beliau lolos…. total 100%. Suara tebe suara super mantap,” tulis Adi dipungkas tulisannya.

Rupanya status Adi ini mendapat tanggapan beragam dari pengguna facebook lain dengan memberikan komentar dan bahkan terjadi sedikit berdebatan yang cukup menarik. Berikut kometar mereka yang dilansir Madura Expose, Minggu (19/06/2016).

Nang Endro P: Betul, Jangan sampai terjebak………perjalanan masih sangat panjaaang….banyak lobang dan jebakan batman di mana2…

Luki Rakira: Dari dulu incamben unt kec. kota tdk pernah menang tp pilkada kemaren hasilnya memecahkan rekor

Adi Percetakan Atvertising: Fakta ini pak….. jgn lukai hati rakyat kaki lima…..
Den Aziz: Takdir pak … bukan karena pasar minggu,emang sakti apa tuh bapak TEBE bikin orng jd bupati,mending terjebak drpd tak percaya ma takdir,nenek moyang kaki lima di alun2 wa ada di bangkal pak bukan pedagang yg sekarang

Adi Percetakan Atvertising: Pengaruhnya luas. sudah jadi icon… kota bungil yaitu sumenep… lihat lah nnti tangisan pedagang kaki lima .hehehe.. mudah2an mereka dikasik kesabaran dan kekutan amin..

Den Aziz:
Amiiin …. dulu pedagang pasar tujuh belas di gusur ke bangkal,mereka menangis …… tp mereka segera sadar dan BANGKIT KEMBALI menjalaninya

Adi Percetakan Atvertising: Hhh.. tpi buk knteknya beda skrg…dgn pedagan2 dlu semua taman bunga untuk wilayah madura bhkan se indonesia pasti sekitarnya ad pedagang pklnya yg di tata dengan manis….. ini icon sudah.. cm di sumenep kota mungil yg mau dipisahkan…. lihat lah nnti….. skrg kita hnya berusaha bantu mereka….. untuk mndpatkan tmpat yg layak…

Den Aziz: ta’ la molae lambe’ di “tata” mesti ada pro dan kontra,mon la ta’ cocok se nata ,paambu pas tata dibi’,beres …….

Adi Percetakan Atvertising: Loh kl skrg bukan ditata di usir mau jualan dimana bulan depan harus kosong katanya.. gabtinya tmpatnya g jelasss dimana.. ya kan. [fer/red]