Tour Gili Labak/Istimewa.

MADURAEXPOSE.COM—Sekjen Rumah Aktivis Sumenep (RUAS) mendesak pihak DPRD Sumenep segera melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait guna meminta klarifikasi terkait beridirinya rumah penginapan di zona Wisata Pulau Gili Labak seperti di laporkan warga setempat.

“DPRD bisa saja mengundang Kepala Desa Kombang, Kepala Disbudparpora maupun pihak Perijinan Pemkab terkait berdirinya rumah penginapan di Pulau Gili Labak. Ini penting karena masyarakat mengaku resah karena tidak ada sosialisasi terlebih dahulu,” ujar Imam Arifin, Sekjen RUAS kepada Maduraexpose.com, Minggu 18 Desember 2016.

Munculnya penginapan di wilayah objek wisata Gili Labak tidak bisa dipandang sebelah mata, mengingat kawasan tersebut merupakan daerah pesisir yang saat ini menjadi aset pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan potensi pariwisata.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Jangan sampai ada gaduh seperti pulau Sitabok yang dikabarkan sebagian terjual dengan harga miliaran rupiah. Apalagi informasinya, pemilik penginapan itu orang Pamekasan. Setidaknya kita belajar pada pemerintahan Bali, dimana orang luar hanya memiliki hak pakai , bukan memiliki lahannya,”tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa warga di Pulau Gili Labak mengaku resah dengan adanya bangunan baru yang terdiri dari beberapa unit, yang mirip dengan sebuah penginapan. Warga melaporkan hal tersebut ke DPRD Sumenep supaya ditindak lanjuti karena dinilai meresahkan.

Beberapa warga lainnya kepada Maduraexpose.com menyebutkan, sebagian rumah penginapan sudah siap pakai dengan tarif antara Rp 750 ribu hingga Rp 1,5 juta untuk sewa satu kamar.

“Konon yang punya penginapannya itu orang Pamekasan. Yang jelas Warga Desa sekitar Pulau Gili Labak juga mulai resah karena tidak ada sosialisasi,”papar FN, salah satu warga kepada MaduraExpose,com sambil meminta identitasnya dirahasiakan [Kzh/Fer]

HotNews:  Jejak Digital Indra Wahyudi, Dari Ecek-Ecek Hingga Nyaris di Bogem Pegawai RSUD Sumenep