Pengunjung Pulau Gili Labak, Sumenep, Madura, Jawa Timur/ISTIEMEWA.

MADURAEXPOSE.COM—Munculnya bangunan baru yang diduga kuat menjadi tempat penginapan, sejak beberapa hari terakhirini mulai dikeluhkan dan dianggap meresahkan karena disinyalir ilegal. Masyarakat sekitar mengaku khawatir tempat itu akan digunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan.

Beberapa warga yang dihubungi MaduraExpose.com menyebutkan bangunan tersebut memang untuk penginapan dengan tarif yang beragam.

“Itu memang tempat penginapan milik orang Pamekasan Bang. Tarifnya beragam antara Rp 750 ribu-Rp 1,5 Juta semalam,” ungkap FN, salah satu warga Pulau Gililabak, yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jum’at (16/12/2016).

Sementara sumber lain menyebutkan, rumah penginapan di areal tempat Wisata Pulau Gili Labak, Desa Kombang, Kecamatan Talango, Sumenep, Madura, Jawa Timur tersebut diduga kuat milik salah satu pengusaha perempuan berinisal MS asal Pamekasan, Madura.

“ Terus terang kami resah dengan adanya rumah penginapan itu. Harusnya ada sosialisasi terlebih dahulu,” ungkap Hariyanto warga lainnya kepada awak media.

Sementara Sufianto, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep belum bisa dikonfirmasi. Salah satu nomor ponsel pribadinya yang biasa digunakan sedang tidak aktif.

Sedangkan nomer lainnya ketika berita ini hendak diunggah malah tidak mengangkat, meski terdengar nada sambung. [Arbania]