KANAN:Abrari Alzael, Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumenep/Dok.Madura Expose
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM—Kisruh Surat Edaran (SE) yang ditanda tangani Kepala Dinas Pendidikan Sumenep H.Moh.Sadhik berbuntut panjang karena dinilai banyak kalangan telah melecehkan dunia pendidikan sekaligus secara tidak langsung telah mengamputasi hak edukatif.

“SE itu boleh tapi buka itu (meliburkan siswa hanya untuk nonton konser Inbox SCTV,Red), sangat tidak lazim dan SE Disdik Itu mengamputasi hak edukatif,” ujar Abrari Alzael, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep melalui pesan singkat yang diterima Maduraexpose.com, Senin 21 Nopember 2016.

Untuk itu, mantan Wartawan ini meminta Kepala Dinas Pendidikan Sumenep meminta maaf kepada masyarakat Sumenep untuk tidak mengulangi tindakannya yang banyak menuai kecaman dari banyak kalangan.

“Kadisdik harus minta maaf dan berjanji tidak mengulangi hal serupa dan atau hal lain serupa itu,” tandasnya.

Disinggung sanksi apa yang layak diterima Kepala Dinas Pendidikan, Abrari enggan memberikan tanggapan khusus. Karena menurutnya, hal tersebut sudah ada aturan dan sanski yang berkenaan dengan tindaka aparatur pemerintah.

“Diminta atau tidak diminta, Bupati atau Sekda dan BKD wajib memberi sanksi, minimal teguran keras,” pungkasnya. [Ferry]