Kisah Traumatik 6 Wisatawan Gililabak Terseret Arus

Terbit: 22 Mei 2016 | 18:30 WIB

SUMENEP, MADURA EXPOSE – Kisah mengerikan enam wisatawan yang hendak ke Gililabak, Sumenep melalu jalur laut (memang tidak ada jalur darat) sampai kapanpun menjadi traumatik tersendiri yang tak mudah terlupakan, dan mungkin menjadi pelajaran beharga untuk tidak mengulangi perjalanan yang sama.

Hari itu, Minggu 7 Mei 2015, Ines bersama 3 teman cewek dan dua orang cowok, semuanya dari Pamekasan menaiki perahu bersama seorang nelayan hendak pulang dari Pulau Gililabak, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Sayangnya, baru 15 menit berlayar ditengah laut lepas, tiba-tiba mesin perahu mendadak mati. Tak ayal, perahu yang mereka tumpangi dihempas kesana-kemari dan terombang-ambing ditengah laut, hingga menimbulkan kepanikan yang luar besar.

Saat kejadian, waktu menunjukkan pukul 5 sore. Atah perahu yang mesinnya mendadak mati tersebut kian tak tentu arah. Penumpang menangis sejadi-jadinya, karena hingga malam menyelimuti lautan, perahu mesin tetap belum menyala. Wisatawan menangis meminta pertolongan, namun suara mereka kandas ditengah lautan yang mulai tampak mengerikan.

Parahnya lagi, lanjut Ines, pemilik perahu tidak membawa lampu, hingga wajah gelap itu, membuat enam wisatawan tak sanggup menahan rasa kecut dan ketakutan yang menguasai hati dan pikiran mereka.

“Maksud hati ingin segera pergi dari Gili Labak, saat itu sudah pukul lima sore. Mendadak mesih perahu mati, kami terombang-ambing mengikuti arus gelombang dengan rasa takut yang mencekam,” ujar salah satu dari mereka.

Ditengah kepanikan luar biasa, mereka berinisiatif melakukan penerangan darurat dengan menggunakan handphone mereka.Beberapa jam setelah mengapung ditenga lautan, satu diantara mereka baru tersambung dengan pihak kepolisian agar segera melakukan penyisiran.

“Dan polisi menemukan kami sudah dikawasan perairan Tanjung Saronggi. Benar-benar trauma yang luar biasa. Harusnya jalur wisata Gililabak dilengkapi dengan pengamanan dari pihak pengelola maupun Pemkab,” keluh salah satu wisatawan sambil meneterskan air mata. [dbs/Red]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *