Maduraexpose.com, Sumenep–Setelah melalui proses yang cukup alot, Rapat paripurna pembentukan Badan Kehormatan DPRD Sumenep memutuskan KH Sami’oeddin dari Fraksi PKB sebagai Ketua BK. Rapat berlangsung mulai pukul 13.00 – 22.00 WIB.

Sami’oeddin terpilih sebagai ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumenep melalui rapat paripurna yang dipimpin Ketua Dewan A. Hamid Ali Munir.

“Semoga amanah”, harap Sami’oeddin usai rapat paripurna, Rabu malam 19 Februari 2020.

Rupanya keterpilihan Sami’oeddin ini tidak sepenuhnya disambut hangat oleh seluruh anggota yang hadir. Terutama Fraksi PDI Perjuangan tampak gusar dan bahkan berencana melaporkan Ketua DPRD Sumenep A. Hamid Ali Munir ke Kejaksaan.

Sejak awal, ada dua Fraksi yang getol mengusulkan agar sistem pemilihan dilakukan dengan cara one man one vote atau satu anggota satu suara. Dua fraksi yang menolak sistem paket satu anggota memilih lima calon BK adalah Fraksi PDIP dan Demokrat.
Saking jengkelnya kedua fraksi itu memilih walk out.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Seakan-akan ini dipaksakan untuk menyingkirkan Fraksi PDIP dan Demokrat. Makanya kita walk out,” keluh Zainal Arifin, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep kepada awak media.

Selain membeberkan kekesalannya dalam proses pemilihan BK, mantan Kades Ambunten Tengah ini malah mengusik soal perjalanan dinas Ketua DPRD yang diduga tidak menginap di hotel yang telah ditentukan. Melainkan nyewa hotel yang lebih murah.

“Tujuannya untuk dapat cashback besar, bisa masuk ke dompet pribadinya,” tegasnya.

Tak hanya itu, Zainal malah mengancam untuk melaporkan Ketua DPRD A. Hamid Ali Munir ke Kejaksaan Negeri Sumenep. “Terkait semua dugaan yang dilakukan pimpinan DPRD, baik perjalanan dinasnya atau cara mekanisme yang dipilih pada malam ini,” imbuhnya dengan nada mengancam.

HotNews:  Mengungkap Mafia Beras Oplosan Sumenep, KONTRA'SM Ingatkan Polres Soal 'Equality Before The Law'

Sementara Hamid Ali Munir, Hingga berita ini diunggah belum dilakukan konfirmasi. (san/fer)