Zainal Arifin dan Ahmad Jasuli di Kantor Kejari Sumenep/Maduraexpose.com

Maduraexpose.com, Sumenep–Kasi Intel Kejari Sumenep Novan Bernadi membenarkan adanya dua anggota dewan dari fraksi PDIP dan Demokrat untuk konsultasi terkait persoalan di internal DPRD Sumenep, Jum’at, 21 Februari 2020.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Novan terlihat seperti agak keheranan, karena baru kali ini ada anggota dewan yang melaporkan kokeganya sesama wakil rakyat.

“Ya baru kali ini saya nerima laporan anggota dewan melaporkan koleganya. Mereka masih konsultasi. Tetap kita layani,” terang Novan dalam konferensi pers di front office Kejari Sumenep, Jumat, 21/02/2020.

Panatauan media ini, ternyata dua anggota dewan yang mendatangi Kantor Kejari tampak Zainal Arifin Ketua Fraksi PDI perjuangan dan Ahmad Jasuli, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumenep.

Zainal Arifin mengklaim hendak melaporkan dugaan kasus rekayasa anggaran akomodasi perjalanan dinas yang menyasar kepada tiga pimpinan DPRD.

“Ada tiga pimpinan DPRD yang kami laporkan. Mereka ini terbukti memakai uang menginap sebesar 8 juta satu malam saat dinas ke Jawa Barat. Tapi dalam kenyataannya mereka tidak menginap di hotel bintang, lebih memilih hotel murah. Ini yang jadi masalah,” beber Zainal Arifin di Kantor Kejari Sumenep, Jumat.

Namun hingga sesi wawancara dengan awak media selesai, Zainal Arifin tidak menunjukkan bukti pelaporan ke Kejari. Dia hanya bilang telah mengantongi bukti foto dan bukti pendukung lainnya untuk memperkuat laporannya.

“Sedang kami siapkan. Senin mendatang kami akan datang lagi dengan laporan lengkap,” timpalnya. (tim/fer)

HotNews:  Mengungkap Mafia Beras Oplosan Sumenep, KONTRA'SM Ingatkan Polres Soal 'Equality Before The Law'