MaduraExpose.com, Sumenep—- Kiai Muhammad Hazmi salah satu Putra KH Ahmad Basyir AS yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep kembali memastikan tak ada korban jiwa yang menyebabkan santri meninggal akibat banjir seperti heboh di lini masa.

Dijelaskan Kiai Hazmi, banjir yang terjadi kali ini debit airnya hanya dibawah lutut dan terjadi di kawasan tertentu yang merupakan luapan dari area Kampus yang berada di Bukit Lancaran.

“Itu banjir tahunan. Dan hnya kawasan tertentu, area kampus lalu ke latee. Tinggi air hnya selutut,” ujarnya kepada Maduraexpose.com, Senin mlam.

Sebelumnya, Kiai Hazmi juga telah mengklarifikasi persoalan banjir tersebut melalui media sosial facebook dengan aku Raden Hazmi Latee.

” Benar di annuqayah tadi banjir. Area sekitar kampus instika ke utara, sebagian lalu mengalir ke jalan raya latee. Tinggi air rata-rata dibawah lutut,” tulis Hazmi

Dalam postingan yang berisi klarifikasi itu, pihaknya juga membenarkan adanya santri yang hanyut di selokan namun dalam kondisi selamat dan hanya luka ringan.

“Benar ada santri hanyut, hanya di selokan dan selamat, hanya luka ringan,” lanjutnya.

Selain itu, pria yang juga dikenal politisi PKB ini membantah beredarnya kabar adanya bangunan pesantren maupun kampus yang roboh akibat banjir.

” Tidak benar ada korban bangunan roboh. Jika beredar foto/video berisi pagar kampus Instika yang roboh diterjang banjir, itu kejadian 4 tahun silam,” tutupnya.

(Ferry Arbania)
Baca Juga:
Beredar Surat Klarifikasi Santri Annuqayah Meninggal Terseret Banjir, Begini Penjelasan Raden Hazmi Latee

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM