Maduraexpose.com,SUMENEP–Sejak siang tadi beredar video banjir yang memperlihatkan adanya gelombang banjir yang merendam sejumlah lokasi dan kendaraan bermotor.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Bahkan beredar surat klarifikasi berlogo mirip Pesantren Annuqayah yang memuat klarifikasi adanya santri asal Kalianget yang meninggal karena terseret arus banjir.

Namun dari hasil penelusuran maduraexpose.com di laman facebook Raden Hazmi Latee (Putra Alm. KH Basyir, Red) , justru menunjukkan fakta lain. Dimana beredarnya surat klarifikasi di WhatsApp tentang adanya santri yang meninggal dihanyut banjir di media sosial WhtasApp diduga kuat hanya ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

Screnshoot facebook Raden Hazmi Latee

Berikut Klarifikasi Raden Hazmi Latee yang di posting melalui akun facebooknya hari ini, Senin 17 Februari 2020.

Klarifikasi bahwa: 1.Benar di Annuqayah tadi vanjir.
2. Benar ada santri hanyut, hanya di selokan dan selamat, hanya luka ringan.

Klarifikasi. Bahwa: 1. benar di annuqayah tadi banjir. Area sekitar kampus instika ke utara, sebagian lalu mengalir ke…

Dikirim oleh Raden Hazmi Latee pada Senin, 17 Februari 2020

Untuk memastikan fakta banjir yang melanda Annuqayah, Maduraexpose.com mencoba klarifikasi via inbox ke Raden Hazmi Latee. Pihaknya menjelaskan lebih detil, bahwa banjir yang terjadi hari ini merupakan banjir tahunan dan mengenai santri yang dikabarkan meninggal karena banjir tidak benar.

“Itu banjir tahunan. Dan hnya kawasan tertentu, area kampus lalu ke latee. Tinggi air hnya selutut. Ada santri brhujan2 lalu kepleset ke selokan, dan selamat hnyà luka2”,terang Raden Hazmi Latee kepada Maduraexpose.com, Senin malam.

(Ferry Arbania)

HotNews:  Mengungkap Mafia Beras Oplosan Sumenep, KONTRA'SM Ingatkan Polres Soal 'Equality Before The Law'