Transformasi Mental: Khairul Anwar Ajak Desa Mandiri Secara Fiskal

Terbit: 10 Februari 2026 | 13:34 WIB

MaduraExpose.com, SUMENEP – Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Khairul Anwar, melontarkan kritik sekaligus ajakan reflektif bagi seluruh Pemerintah Desa di wilayahnya. Beliau menegaskan bahwa sudah saatnya desa melakukan “Transformasi Mental” untuk tidak lagi sekadar menjadi objek pembangunan, melainkan subjek yang mandiri secara fiskal.

Peran Legislatif dalam Kemandirian Desa

Sebagai legislator, Khairul Anwar melihat adanya disparitas yang nyata antara potensi kekayaan desa dengan realisasi Pendapatan Asli Desa (PADes). Menurutnya, regulasi yang ada saat ini sudah sangat mendukung, namun eksekusi di lapangan seringkali terhambat oleh pola pikir yang masih bergantung sepenuhnya pada transfer anggaran dari pusat maupun daerah.

“Tugas kami di DPRD adalah memastikan regulasi dan pengawasan berjalan. Namun, inovasi harus lahir dari rahim desa itu sendiri. Kita ingin desa di Sumenep ini punya harga diri fiskal, di mana mereka mampu membiayai program unggulannya dari hasil keringat sendiri, bukan hanya menunggu kucuran Dana Desa (DD),” tegas Politisi muda tersebut.

Fokus pada Optimalisasi BUMDes dan Aset

Khairul menekankan bahwa kunci dari kemandirian fiskal adalah optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ia menyayangkan jika BUMDes hanya dibentuk untuk memenuhi syarat administratif tanpa memiliki unit usaha yang memberikan profit bagi kas desa.

Beberapa poin transformasi yang didorong oleh Khairul Anwar antara lain:

  1. Revolusi Pengelolaan Aset: Desa harus berani memetakan aset potensial—baik itu lahan, pariwisata, maupun produk unggulan—untuk dikelola secara profesional.
  2. Transparansi dan Akuntabilitas: Kemandirian fiskal hanya bisa dicapai jika masyarakat percaya bahwa PADes dikelola dengan jujur untuk kepentingan publik.
  3. Kedaulatan Ekonomi Lokal: Mendorong konsumsi produk lokal di dalam desa untuk menjaga perputaran uang tetap berada di tingkat akar rumput.

Ajakan untuk Pemimpin Muda Desa

Khairul Anwar yang dikenal vokal dalam isu-isu kerakyatan ini mengajak para Kepala Desa, terutama generasi muda, untuk berani keluar dari zona nyaman. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pemimpin desa di masa depan tidak lagi dilihat dari banyaknya proyek fisik dari APBN, melainkan dari seberapa besar ia mampu meningkatkan taraf hidup warganya melalui kemandirian ekonomi.

“Mari kita ubah wajah desa kita. Jangan lagi dikenal sebagai desa yang meminta-minta tambahan alokasi, tapi jadilah desa yang mandiri dan berdaulat. Transformasi mental ini adalah harga mati jika kita ingin Sumenep maju secara merata,” tutupnya dalam sebuah forum koordinasi daerah.

[Red/MaduraExpose]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sinyal Keras Legislator untuk Bupati

Terbit: 16 April 2026 | 11:23 WIB SUMENEP – Gedung parlemen Sumenep memanas. Sebanyak tujuh fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep secara resmi menyampaikan Pandangan Umum (PU)…

Sekda dan Pimpinan OPD Hadiri Paripurna Prolegda 2026

Terbit: 11 April 2026 | 19:45 WIB SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM – Kehadiran jajaran eksekutif yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) serta pimpinan OPD dalam Rapat Paripurna DPRD Sumenep menjadi simbol harmonisasi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *