Arek Lancor, Taman Kota Pamekasan ,Madura, Jawa Timur/Dok.Maduraexpose.com

Reporter : Luthfiadi
MADURAEXPOSE.COM–Masyarakat Pamekasan dalam akan digelarnya Pemilihan bupati Pamekasan,Belum mendapatkan figur yang yang pas untuk memimpin Pamekasan Ke depan.Minggu ( 11/2/17)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

adanya beberapa Figur dipamekasan yang sudah mulai bermunculan di kabupaten pamekasan,menjadi sebuah perbincangan dikalangan masyarakat, sekitar Pukul 09.16 Wib di warung sederhana kebanggaannya,sementara ini informasi yang terdata dan untuk untuk turun di Pilbub 2018 mendatang sebanyak 17 Figur,namun kepastiannya masih dipertanyakan. Apakah hanya ingin memperkeruh suasana atau hanya ingin memgelabui figur-figur yang lain dalam berdemokasi.

seperti yang disampaikan oleh masyarakat saat duduk santai sambil menikmati kopi pagi,sambil berdiskusi terkait munculnya dan kelayakan calon Bupati di Pamekasan.

Shohebullah, ketua Potret kemiskinan (PKP) Pamekasan yang kebetulan juga berkumpul dan berbaur dengan masyarakat saat menghilangkan lesunya mengelilingi salah satu desa yang tercatat sebagai salah satu tempat yang masih belum tersentuh dari kehidupan sosialnya.

” Saat ini kalau saya pribadi masih belum tau untuk siapa suara saya akan diberikan, selain Figur-Figur yang bermunculan saat ini belum pas terhadap saya pribadi dan juga figur-figur tersebut masih banyak yang meragukan kemampuannya dalam memimpin Pamekasan ke depan”. Tegasnya

sementara para masyarakat yang lain,sambil bergurau dan canda ria menikmati sejuknya warung pinggiran, yakni Rahmad Kurnia Irawan warga Pademawu,Pamekasan, juga meragukan dengan sosok figur yang informasinya akan turun dalam Pemilihan Bupati Pamekasan.

” Banyaknya penampakan figur yang mulai bermunculan ini hanya politik semata, saya yakin dari 17 figur tersebut hanya untuk memperkeruh suasana saja, dan hanya dimanfaatkan untuk mendapatkan koalisi suara dalam pemilihan,sehingga mendapatkan keuntungan secara sepihak nantinya”. Lugasnya

“dan saya siap membuktikan,dari setiap figur yang saat ini setiap pojok terpangpang Foto dan slogan yang digunakan hanya permainan politik untuk mendapatkan perhatian masyarakat, sehingga terkumpulnya suara dari masyarakat nanti hanya untuk ditukar surat suara kepada figur yang sudah mendaftar resmi ke KPU,(Sambil tertawa ,layaknya mengimani Pamekasan)”, tutupnya. [lut/fer]