Ketua Brigade 571 Ultimatum Bea Cukai Madura, Ternak Cukai Dan Rokok Ilegal Meresahkan

Terbit: 27 Agustus 2025 | 13:19 WIB

SUMENEP, MaduraExpose.com – Perang melawan mafia rokok ilegal di Madura memasuki babak baru yang lebih panas.

Dukungan masif dari masyarakat untuk menindak tegas sindikat mafia ternak cukai dan rokok ilegal,  kini diiringi desakan agar  Bea Cukai Madura bertindak tegas dan jika ada oknum yang terlibat segera diseret keranah hukum.

 

Publik di Madura juga menuntut agar aparat tidak melindungi pengusaha “nakal” yang merugikan negara.

 

Presiden Prabowo Didesak Bentuk Satgas Khusus
Menyusul terungkapnya dugaan “pembiaran” dan keterlibatan oknum petugas dalam maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai, Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (KOMPAK INDONESIA) mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil tindakan tegas.

 

Mereka menuntut Presiden memerintahkan Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang baru untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Rokok Ilegal demi menghentikan kerugian negara yang terus membengkak.

 

 

Ketua Brigade 571 Trisula Macan Putih Wilayah Madura, Sarkawi, secara lantang menyuarakan kegeraman publik. “Wajar kalau rakyat marah,” tegasnya. “Jangan salahkan rakyat kalau mencurigai adanya dugaan pembiaran bahkan keterlibatan oknum petugas Bea dan Cukai.”

 

 

Ancaman Aksi Besar-besaran dan Surat ke Istana
Sarkawi tak main-main. Jika Bea Cukai Madura tidak merespons tuntutan masyarakat, ia mengancam akan melayangkan surat resmi ke DPP yang akan diteruskan langsung ke Presiden Prabowo.

 

“Tidak menutup kemungkinan juga akan terjadi demo besar-besaran,” ungkapnya.

 

Menurutnya, cukai hasil tembakau adalah salah satu pilar utama pendapatan negara dalam APBN. Namun, potensi pendapatan ini terus “bocor” akibat praktik curang yang merajalela, termasuk modus “ternak pita cukai.”

 

Desakan ini menjadi tantangan serius bagi kabinet pemerintahan baru Presiden Prabowo.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *