
Sumenep, Maduraexpose.com – Ungkapan “Saya pamit. Saya lelah” dari dr. Erliyati, Direktur Utama RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, yang tersiar sejak Sabtu, 26 Juli 2025, bukan sekadar berita biasa. Pernyataan mengejutkan tentang rencana pengunduran dirinya ini telah memantik gelombang spekulasi di kalangan warga, dan yang paling vokal menyuarakan keprihatinan adalah Kurniadi, SH, seorang aktivis dan lawyer kondang yang dikenal dengan julukan “Si Raja Hantu”.
Kurniadi: Dedikasi Dibalas Bully, Ini Bukan Sekadar Lelah Biasa!
“Apa yang membuatnya lelah? Lelah karena kinerjanya selalu dinilai sumir, terutama oleh sebagian LSM dan media,” tulis Kurniadi, SH, dalam sebuah respons sengit di grup WhatsApp pada Minggu, 27 Juli 2025. Amarah “Si Raja Hantu” ini bukan tanpa alasan. Ia menyoroti ironi pahit di balik keputusan dr. Erliyati yang mundur di puncak kariernya, setelah menorehkan sederet prestasi gemilang bagi RSUD Sumenep.
Kurniadi tak habis pikir. Bagaimana mungkin seorang pemimpin yang telah membawa RSUD Sumenep naik kelas dari tipe C ke tipe B pada Februari 2025, yang berhasil menggaet penghargaan Bintang Tiga Transformasi Digital dari BPJS Kesehatan RI, dan yang telah melahirkan berbagai terobosan seperti pelayanan digital, penambahan dokter spesialis KJSU, inovasi medis Radio Frequency Ablation (RFA), serta program kemanusiaan “La Sehat”, justru merasakan kelelahan yang berujung pada pengunduran diri?
“Prestasinya jangankan diberi diapresiasi, bahkan di bully!!!” sembur Kurniadi. Ungkapan ini menyoroti persepsi pahit bahwa di tengah dedikasi yang tak tergoyahkan dan hasil kerja nyata, dr. Erliyati justru dihadapkan pada kritik yang tak berkesudahan, bahkan perundungan. Bagi Kurniadi, ini bukan sekadar “lelah” biasa, melainkan cerminan dari tekanan luar biasa akibat pandangan “sumir” yang terus-menerus dialamatkan kepadanya.
Mundur? Si Raja Hantu Yakin Bupati Tak Akan Biarkan!
Persepsi sengit Kurniadi tak berhenti di situ. Pria yang mahir bermain gitar ini juga mengungkapkan ketidakpercayaannya bahwa dr. Erliyati akan benar-benar mundur. Baginya, keputusan itu tidak sepenuhnya di tangan sang direktur. “Mundur? Belum tentu. Karena mundur tidaknya direktur bukan ditentukan oleh direktur sendiri tapi oleh yang mengangkat. Jika disetujui yang mengangkat, ya bisa jadi mundur. Tapi jika tidak disetujui, ya tetap akan menjabat,” tegasnya.
Yang lebih penting, Kurniadi meyakini bahwa Bupati tidak akan memenuhi keinginan dr. Erliyati untuk mundur. Alasannya lugas dan penuh keyakinan: “Sebab figur seperti direktur SANGAT DIBUTUHKAN PEMERINTAH DAERAH untuk mengelola RSUD. Bukan direktur yang ingin. Tapi diperlukan.”
Pernyataan Kurniadi ini menggarisbawahi betapa vitalnya keberadaan dr. Erliyati bagi kemajuan RSUD Sumenep. Di mata “Si Raja Hantu”, sosok yang telah “bertahun-tahun di-bully tapi masih berbuat banyak untuk RSUD” ini adalah aset tak ternilai. Pengunduran dirinya akan meninggalkan lubang besar dan mengancam keberlanjutan capaian yang telah diraih.
Kini, bola ada di tangan Bupati. Apakah “lelah” yang diutarakan dr. Erliyati akan diartikan sebagai sinyal untuk beristirahat, atau justru sebagai panggilan untuk mempertahankan figur krusial yang dibutuhkan daerah? Publik, terutama masyarakat Sumenep, tentu menunggu kelanjutan drama di balik tirai RSUD kebanggaan mereka. [*]

![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)