Ketika “Lelah” Sang Direktur RSUD Sumenep Bertemu Amarah “Si Raja Hantu”

Terbit: 27 Juli 2025 | 17:58 WIB

Sumenep, Maduraexpose.com – Ungkapan “Saya pamit. Saya lelah” dari dr. Erliyati, Direktur Utama RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, yang tersiar sejak Sabtu, 26 Juli 2025, bukan sekadar berita biasa. Pernyataan mengejutkan tentang rencana pengunduran dirinya ini telah memantik gelombang spekulasi di kalangan warga, dan yang paling vokal menyuarakan keprihatinan adalah Kurniadi, SH, seorang aktivis dan lawyer kondang yang dikenal dengan julukan “Si Raja Hantu”.

Kurniadi: Dedikasi Dibalas Bully, Ini Bukan Sekadar Lelah Biasa!
“Apa yang membuatnya lelah? Lelah karena kinerjanya selalu dinilai sumir, terutama oleh sebagian LSM dan media,” tulis Kurniadi, SH, dalam sebuah respons sengit di grup WhatsApp pada Minggu, 27 Juli 2025. Amarah “Si Raja Hantu” ini bukan tanpa alasan. Ia menyoroti ironi pahit di balik keputusan dr. Erliyati yang mundur di puncak kariernya, setelah menorehkan sederet prestasi gemilang bagi RSUD Sumenep.

Kurniadi tak habis pikir. Bagaimana mungkin seorang pemimpin yang telah membawa RSUD Sumenep naik kelas dari tipe C ke tipe B pada Februari 2025, yang berhasil menggaet penghargaan Bintang Tiga Transformasi Digital dari BPJS Kesehatan RI, dan yang telah melahirkan berbagai terobosan seperti pelayanan digital, penambahan dokter spesialis KJSU, inovasi medis Radio Frequency Ablation (RFA), serta program kemanusiaan “La Sehat”, justru merasakan kelelahan yang berujung pada pengunduran diri?

“Prestasinya jangankan diberi diapresiasi, bahkan di bully!!!” sembur Kurniadi. Ungkapan ini menyoroti persepsi pahit bahwa di tengah dedikasi yang tak tergoyahkan dan hasil kerja nyata, dr. Erliyati justru dihadapkan pada kritik yang tak berkesudahan, bahkan perundungan. Bagi Kurniadi, ini bukan sekadar “lelah” biasa, melainkan cerminan dari tekanan luar biasa akibat pandangan “sumir” yang terus-menerus dialamatkan kepadanya.

Mundur? Si Raja Hantu Yakin Bupati Tak Akan Biarkan!
Persepsi sengit Kurniadi tak berhenti di situ. Pria yang mahir bermain gitar ini juga mengungkapkan ketidakpercayaannya bahwa dr. Erliyati akan benar-benar mundur. Baginya, keputusan itu tidak sepenuhnya di tangan sang direktur. “Mundur? Belum tentu. Karena mundur tidaknya direktur bukan ditentukan oleh direktur sendiri tapi oleh yang mengangkat. Jika disetujui yang mengangkat, ya bisa jadi mundur. Tapi jika tidak disetujui, ya tetap akan menjabat,” tegasnya.

Yang lebih penting, Kurniadi meyakini bahwa Bupati tidak akan memenuhi keinginan dr. Erliyati untuk mundur. Alasannya lugas dan penuh keyakinan: “Sebab figur seperti direktur SANGAT DIBUTUHKAN PEMERINTAH DAERAH untuk mengelola RSUD. Bukan direktur yang ingin. Tapi diperlukan.”

Pernyataan Kurniadi ini menggarisbawahi betapa vitalnya keberadaan dr. Erliyati bagi kemajuan RSUD Sumenep. Di mata “Si Raja Hantu”, sosok yang telah “bertahun-tahun di-bully tapi masih berbuat banyak untuk RSUD” ini adalah aset tak ternilai. Pengunduran dirinya akan meninggalkan lubang besar dan mengancam keberlanjutan capaian yang telah diraih.

Kini, bola ada di tangan Bupati. Apakah “lelah” yang diutarakan dr. Erliyati akan diartikan sebagai sinyal untuk beristirahat, atau justru sebagai panggilan untuk mempertahankan figur krusial yang dibutuhkan daerah? Publik, terutama masyarakat Sumenep, tentu menunggu kelanjutan drama di balik tirai RSUD kebanggaan mereka. [*]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *