Pada Juli 2018, warga Pulau Sepanjang, Kecamatan Sapeken, Sumenep, digegerkan oleh kemunculan gundukan pasir dan karang raksasa secara tiba-tiba di tengah laut. Fenomena yang disinyalir terkait goncangan bumi dan angin kencang ini sempat dikaitkan dengan dampak Gempa Lombok. Kini, insiden tersebut menjadi pengingat akan kerentanan geologis dan kekayaan misteri Kepulauan Sumenep.
SUMENEP, Juli 2018 (Kilasan Peristiwa). Kepulauan Sapeken, wilayah terluar Kabupaten Sumenep yang berbatasan langsung dengan laut Bali dan Sulawesi, pernah menjadi saksi bisu fenomena alam luar biasa. Pada Rabu, 24 Juli 2018, sebuah ‘pulau baru’ berupa gundukan pasir dan batu karang tiba-tiba muncul di tengah laut, sekitar 30 meter dari bibir pantai selatan Pulau Desa Sepanjang.
Gundukan misterius tersebut memiliki dimensi fantastis: memanjang dari barat ke timur sekitar 1.000 meter dengan lebar mencapai 40 meter.
Kronologi Geologis: Angin Kencang dan Goncangan Bumi
Menurut Hamsuri, seorang tokoh masyarakat Pulau Sepanjang, kemunculan pulau ini didahului oleh peristiwa alam ekstrem.
“Sebelumnya hari Selasa hingga malam (23/07) itu angin kencang sekali dan air laut naik hingga ke jalan raya yang jaraknya sekitar 100 meter dari bibir pantai,” ujar Hamsuri pada saat itu (1/8/2018).
Ia menambahkan, setelah angin kencang sehari semalam, sempat terjadi goncangan bumi yang memicu kekhawatiran warga. Keesokan harinya, gundukan pasir karang raksasa itu pun terlihat.
Fenomena ini dengan cepat menyebar dan menghebohkan seluruh warga kepulauan Sapeken. Masyarakat berbondong-bondong datang menyaksikan langsung, menyambutnya dengan takjub sebagai “keajaiban yang ditunjukkan oleh Tuhan Alam semesta.”
Penjelasan Ilmiah dan Mitos Lokal
Saat fenomena ini viral, Pemerintah Kabupaten Sumenep—melalui Wakil Bupati Achmad Fauzi kala itu—menyatakan akan segera melakukan penelitian untuk memastikan penyebab kemunculan.
Camat Sapeken saat itu, Moh. Zaini, membenarkan adanya hamparan karang tersebut, namun menegaskan itu “bukan pulau baru,” melainkan hamparan karang yang muncul ke permukaan.
Secara ilmiah, kemunculan gundukan karang dan pasir yang tiba-tiba ini sering disinyalir sebagai efek dari:
- Aktivitas Seismik: Beberapa pihak mengaitkan fenomena ini dengan dampak Gempa Lombok, NTB, yang terjadi pada periode yang sama. Goncangan gempa di dasar laut dapat memicu pergeseran atau pengangkatan material karang dan pasir ke permukaan (tektonik).
- Pergeseran Sedimen: Kombinasi goncangan dan arus laut yang ekstrem setelah badai dapat menyebabkan penumpukan sedimen (pasir dan karang) secara masif di titik tertentu, membentuk sandbar atau hamparan karang yang menyerupai pulau.
Terlepas dari penjelasan geologis, kemunculan ‘pulau baru’ ini langsung menjadi objek wisata dadakan. Warga beramai-ramai mendatangi lokasi untuk menyaksikan dan berswafoto, bahkan menemukan karang-karang berbentuk unik yang kemudian diperjualbelikan.
Sapeken Hari Ini: Antara Keajaiban dan Keterbatasan
Fenomena tahun 2018 tersebut menjadi salah satu kisah paling menakjubkan dari Kepulauan Sapeken, wilayah yang secara geografis lebih dekat ke Bali dan Sulawesi daripada ke Kota Sumenep.
Meskipun Sapeken adalah kawasan kaya sumber daya, terutama perikanan, dan kini infrastruktur dasar seperti listrik sudah teraliri (diresmikan PLTD pada Juni 2023), wilayah ini masih dicap sebagai pulau terluar dengan keterbatasan akses, fasilitas publik, dan tantangan penegakan hukum terhadap destructive fishing.
Kisah kemunculan Pulau Sepanjang, yang kini mungkin telah kembali tenggelam atau menjadi bagian dari geografi dasar laut, tetap menjadi pengingat yang kuat: Kepulauan Sumenep menyimpan kekuatan alam yang luar biasa, baik berupa potensi keindahan maupun kerentanan geologis yang dapat mengubah peta wilayah kapan saja.
[pnM/gim/dbs]


















