Kisis air berlangsung di Pamekasan. Sejuamlah warga terpaksa numpang kebutuhan air di luar desa mereka dengan jarak tempuh yang sanagt jauh (Foto:Addarori/MaduraExpose.com)

Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kemarau panjang tahun ini benar-benar membuat sejumlah warga di Pamekasan mengaku kesulitan mendapatkan kebutuhan air bersih.

Pantauan MaduraExpose.com, sejumlah desa yang paling parah merasakan dampak kekeringan t erjadi di Desa Bujur Barat, Bujur Timur dan Bujur Tengah.

Warga berharap ada perhatian penuh dari pemerintah kabupaten dan provinsi untuak bisa memenuhi kebutuhan air bersih yang melanda warga di kota berteman Pamekasan.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Saking sulitnya air, terpaksa kami mandi satu kali dalam sehari. Itupun tidak pasti. Yang terpenting bagi kami sekarang kebutuhan berwudhu’ bisa terpenuhi karena berurusan dengan ibadah yang tak boleh ditinggalkan” ujar Tohari, warga Desa Bujur Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Senin.

Saat ini, lanjutnya, sejumlah sumber mata air di desanya mulai mengering. Untuk menutupi kebutuhan air ala kadarnya, warga desa terpaksa memanfaatkan sumur bor milik salah satu warga setempat secara Cuma-Cuma.

“Kesabaran kita diuji karena harus mengantri berjam-jam”,imbuhnya.
(Add/fer)