MADURAEXPOSE.COM—Terbuka peluang pemilihan gubernur DKI Jakarta hanya diikuti oleh dua pasangan calon. Pencalonan pasangan petahana yang disebut-sebut sebagai pasangan terkuat bisa jadi terhenti di tengah jalan.

Demikian disampaikan politisi Partai Gerindra Ferry Juliantono di Restoran Dua Nyonya, Cikini, Jakarta, Minggu siang (30/10) usai menyimak hasil survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKopi).

Dalam survei Kedai Kopi yang dilakukan antara 19 sampai 24 Oktober 2016 disebutkan bahwa elektabilitas pasangan Basuki-Djarot mengalami penurunan signifikan menjadi hanya 27 persen. Sedikit memimpin dari pasangan Agus- Sylviana dan pasangan Anies-Sandi yang masing-masing 21 persen dan 24 persen.

Menurut pendiri KedaiKopi Hendri Satrio, suara pemilih yang tadinya mendukung Ahik-Djarot tidak serta merta berpindah ke dua pasangan lainnya. Untuk sementara, suara pemilih itu singgah di kelompok undecided voters.

“Saya kira penurunan elektabilitas pasangan nomor 2 masuk akal, mengingat keangkuhannya telah melukai banyak orang. Saya juga dengar, Presiden Jokowi dan orang-orang di sekitarnya pun sekarang mulai terganggu dengan kasus terakhir yang dilakukan Ahok,” ujarnya.

Kasus terakhir yang dimaksud Ferry adalah pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu yang menyinggung perasaan umat Islam.

Kasus ini juga membuat aparat negara salah tingkah. Lembaga penegak hukum seperti kehilangan wibawa dan ketegasan. Bukan tidak mungkin, perbedaan penyikapan di kalangan aparat negara akan membuat persoalan semakin rumit.

“Demonstrasi tanggal 4 November nanti saya kira akan berdampak signifikan pada proses pilkada Jakarta,” demikian Ferry.

[dem/RMOL]