Kawasan Produksi Tembakau

0
63
MH Said Abdullah, Anggota DPR RI asal Sumenep, Madura, Jawa Timur/Istimewa

Oleh : MH. Said Abdullah

Saat acara silaturrahmi Virtual Tretan Madura sedunia, beberapa waktu lalu, saya sempat menyinggung perlunya di Madura didorong pembentukan Kawasan Industri Hasil Tembakau. Usulan ini terus terang diharapkan dapat segera terwujud secepatnya dan perlu menjadi agenda seluruh Pemerintah Daerah di seluruh Madura.

Sejujurnya, ini merupakan obsesi dan impian yang sudah lama namun harus diakui memang banyak jelaga dan kendala bersifat non-teknis. Namun, agaknya untuk sekarang, menghadapi tantangan ekonomi yang makin keras dan berat, pembentukan kawasan sudah sangat mendesak segera diwujudkan.

Sudah terlalu sering terdengar kekecewaan petani tembakau Madura, yang setiap panen selalu menjadi korban permainan harga. Tak jarang panen yang diharapkan menjadi kabar gembira berubah menjadi nestapa ketika harga turun, jauh dari yang diperhitungkan secara ekonomi. Cerita pedih dan duka selalu terulang dan terulang setiap tahun, sampai saat ini.

Karena itu, terobosan mengembangkan kemandirian Madura sebagai salah satu sentra pemasok tembakau melalui upaya pengelolaan menjadi produk yang langsung dapat dikonsumsi masyarakat, tidak bisa lagi ditawar-tawar. Ini perlu menjadi agenda prioritas karena tembakau merupakan salah satu produk unggulan Madura.

Di era sekarang ini menjual produk mentah, seperti tembakau, jelas tergolong ketinggalan jaman dan mengesankan kurang mampu memanfaatkan dan memaksimalkan nilai ekonomis. Jika beberapa hasil tambang dan hasil hutan seperti rotan saja, sesuai amanat undang-undang mulai diupayakan diekspor dalam bentuk barang sudah jadi, seharusnya tembakau -saatnya- dikelola warga Madura sendiri, sehingga langsung dapat dipasarkan ke masyarakat luas. Apalagi praktis pengelolaan tembakau menjadi rokok tergolong sangat sederhana.

Sangat jauh sekali perbedaan nilai ekonomis barang mentah yang dijual atau diekspor dibanding yang telah diolah menjadi barang yang siap dimanfaatkan atau dikonsumsi langsung. Belum lagi jika memperhitungkan efek positif terhadap pertumbuhan kesejahteraan ekonomi masyarakat seperti peningkatan lapangan kerja, perluasan dunia usaha, peningkatan dinamika pasar serta kepada pemerintah daerah dapat meningkatkan pemasukan pajak.

HotNews:  Marak Penipuan CPNS, Sekdakab Sumenep: Jangan Mudah Tergoda

Secara obyektif pembentukan Kawasan Industri Hasil Tembakau di Madura, dari aspek teknis bukan hal sulit. Apalagi jika berbicara kebutuhan perlengkapan memproses tembakau seperti melinting, mengemas dan memasarkan. Juga, tidak diperlukan persyaratan kemampuan teknis sangat luar biasa. Pengelolaan tembakau menjadi rokok hanya memerlukan teknologi sederhana.

Yang diperlukan sekarang ini tekad keseriusan untuk pembentukan kawasan. Ini perlu ada komitmen semua pihak, terutama Pemda Kabupaten se Madura serta tentu saja kesediaan petani tembakau untuk bahu membahu dengan mengedepankan semangat kebersamaan. Pemda di seluruh Madura, diharapkan menfasilitasi dan mengkoordinasi langkah-langkah taktis serta teknis.

Persoalan bentuk usaha, bisa BUMD atau mungkin agar lebih melibatkan keseluruhan petani tembakau dalam bentuk koperasi. Jadi, seluruh petani ikut aktif berperan di dalamnya, tanpa kecuali.

Koperasi merupakan pilihan paling ideal karena disamping urusan pengelolaan tembakau, persoalan lain terkait kebutuhan petani seperti modal tanam dapat lebih mudah ditangani jika ada petani membutuhkan bantuan misalnya.

Mungkin ada nada pesimis ketika disebut koperasi. Ini bisa jadi karena ketakseimbangan beban ideal dan kenyataan riil pada beberapa kasus koperasi. Padahal masih jauh lebih banyak koperasi yang sebenarnya berhasil luar biasa.

Di Australia, peternak sapi perah, hampir seluruhnya tergabung dalam koperasi, yang dikelola secara profesional. Koperasi di sana yang mengelola hasil susu peternak hingga menjadi susu yang langsung dapat dinikmati atau dikonsumsi masyarakat dalam berbagai bentuk seperti susu bubuk, susu kaleng, yogurt, permen dan lainnya.

Saya optimis, tembakau yang pada tahap awal dikelola menjadi rokok, jauh lebih prospektif karena relatif lebih mudah dibanding produk lainnya. Bahwa nantinya, dikembangkan lagi misalnya untuk kebutuhan industri medis dan lainnya, bukan hal yang tidak masuk akal. Tapi kita bisa segera memulai dari hal yang dapat dikerjakan lebih sederhana.

HotNews:  STIDAR Sumenep Gelar Wisuda Perdana dan Dies Natalis Bersama 39 Wisudawan

Kita harus memulai melangkah. Tidak perlu terbelenggu kekhwatiran dan lainya. Resiko pasti ada dalam seluruh aktivitas kehidupan. Jangan takut melangkah karena takut salah. Kita harus segera melangkah agar bergerak maju dan mengetahui kesalahan apa yang perlu diperbaiki.[*]

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.