Kasus Pengeboran Fiktif Desa Kolo-Kolo Memanas, LSM Ancam Demo Kejari Sumenep

0
930

MADURAEXPOSE.COM—Meski sempat senyap dari permukaan, kasus dugaan pengeboran fiktif dengan dana ratusan juta yang bersumber dari APBD di Dusun Kalepak ,Desa Kolo-Kolo, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, Sumenep terancam akan memanas kembali.

Pasalnya, sejumlah aktivis LSM mengaku belum puas dengan kinerja Kejaksaan dalam mengusut tuntas kasus tersebut yang sudah dilaporkan beberapa tahun silam. Hal itu disampaikan Sarkawi, Ketua LSM Gerindo saat berbincang dengan Maduraexpose.com. Menurutnya, ada dugaan rekayasa fakta yang disodorkan untuk mengelabui aparat penegak hukum, seperti hasil konfirmasi yang dilakukan pihaknya beberapa waktu lalu melalui Kasi Intel Kejari Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Baru-baru ini saya menemui Kasi Intel Kejari Sumenep membahas terkait kasus pengeboran Desa Kolo-Kolo yang diduga fiktif. Kami sempat diperlihatkan beberapa foto yang menunjukkan pengerjaan proyek sudah selesai. Padahal, setelah kami kejar data-data foto itu malah disangsikan dan diduga hasil pemotretan dilokasi lain,” terang Sarkawi kepada Maduraexpose.com akhir pekan kemarin.

Pria asal Kalianget ini menambahkan, pengerjaan proyek pengeboran yang diduga melibatkan salah satu oknum anggota DPRD Sumenep tersebut mulai menemukan titik terang. Bahkan Sarkawi mengaku optimis, bahwa temuan pihaknya bisa dipertanggung jawabkan, bahwa dana proyek senilai Rp 350 juta itu sampai detik ini tidak terwujud, meski sudah ada satu pengeboran yang tidak jelas juntrungnya.

“Hasil investigasi tim kami di Desa Kolo-Kolo menyimpulkan, bahwa proyek pengeboran itu patut diduga tidak sesuai anggaran yang telah dikucurkan. Informasinya, hanya satu bor dengan biaya sekitar Rp 8 juta. Lantas dikemanakan uang ratusan juta dari APBN tersebut. Agar persoalan ini makin terang benderang, kami akan berunjuk rasa lagi ke Kantor Kejari Sumenep ” pungkasnya.

HotNews:  Reposisi Pejabat Eselon II, III Dan IV

Seperti diberitakan sejumlah media online sebelumnya, proyek pengeboran bor Desa Kolo-Kolo itu bersumber dari dana APBN tahun 2011-2012 itu hanya selesai di bor, namun bangunan dan mesin air yang mestinya dibelanjakan nyaris terealisasi.

“Anehnya lagi, dilokasi pengeboran di Desa Kolo-Kolo itu hanya terlihat satu pipa terbenam. Untuk lainnya tidak ada, jangankan alat-alat penyuplai air dari pengeboran, puing-puing bangunan pun tak tampak,” tadasnya lagi menambahkan.

Sementara Saini, Kepala Desa Kolo-Kolo saat dikonfirmasi awak media sebelumnya membenarkan kondisi pengeboran yang tidak membuahkan hasil tersebut. Pihaknya mengaku pernah diminta untuk menandatangani surat pernyataan bahwa proyek tersebut dikerjakan. Pihaknya juga mengaku tidak tahu menahu apakah proyek itu berbuntut pada persoalan hukum.

“Soal korupsi saya tidak tahu apakah itu benar atau tidak. Tetapi yang jelas pekerjaan itu sudah di bor. Itu yang saya nyatakan di dalam surat pernyataan yang saya tanda tangani,” terang Saini, Kades Kolo-Kolo kepada awak media di Sumenep, Madura, Jawa Timur baru-baru ini.

Kades Saini pun membantah telah menghilangkan barang bukti seperti dihembuskan kalangan tertentu. Menurutnya, sebagai Kepala Desa, dirinya meminta semua pihak agar tidak melibatkan dirinya apalagi dengan urusan pribadi M. Sukri

Terkait tudingan tersebut, M.Sukri saat dikonfirmasi awak media saat itu berdalih sedang diluar kota dan mengaku tidak bisa memberikan penjelasan melalui telpon genggamnya.

“Saya masih di Jakarta. Nanti kalau saya di Sumenep ya. Oke,” ujar M. Sukri saat dikonfirmasi awak media melalui telpon genggamnya. [dbs/fer]