Kapolda Jatim : Humas Tidak Boleh Kurang Berita

0
1957
Kapolda Jatim, Irjen Pol Drs.Anton Setiadji,SH,MH/Istimewa

MADURAEXPOSE.COM–Dengan adanya Undang – Undang RI Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,maka Polri harus melakukan pengembangan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat.Hal ini disampaikan oleh Kapolda Jawa Timur,Irjen Pol Drs.Anton Setiadji,SH,MH di Aula Wartawan Bid.Humas Polda Jatim Jalan A.Yani 116 Surabaya.

Anton juga mengatakan dengan adanya ketentuan tersebut maka akses masyarakat termasuk para Wartawan atas informasi yang berkaitan dengan kewajiban Polri selaku badan public pun sangat perlu dan harus dipermudah.

Hal ini pula yang mengharuskan Operator Humas Polri dimanapun bertugas perlu ditunjang dengan pengetahuan dan ketrampilan yang mencakup aspek pengelolaan substansi (konten) dan aspek penyajian maupun pengemasan informasi (design).

“Humas tidak boleh kekurangan berita,jadi setiap hari harus ada berita,”tegas Anton.Dikatakan pula oleh Anton ,mengingat pentingnya fungsi dan tugas Bidang Humas dalam mendukung tugas pemerintah,maka Polda Jatim sudah berupaya meningkatkan kemampuan anggotanya di Bidang Humas diantaranya dengan memberikan pelatihan.

Seperti diberitakan bulan lalu oleh infopoljatim.com,Polda Jatim telah mengirim Anggota Bidang Humas di seluruh jajarannya untuk mengikuti pelatihan kehumasan di Pulman Hotel Surabaya yang diadakan oleh Divisi Humas Polri yang telah menunjuk lembaga dibawah Department Kehakiman Amerika Serikat yang berada di Indonesia,International Criminal Investigative Training Assistace Program ( ICITAP).

“Ini adalah salah satu upaya kami untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan di Bidang Humas,”tambah Anton yang saat itu didampingi pula oleh Kabid Humas Polda Jatim,Kombes Pol. R.P.Argo Yuwono,SIK,M.Si.

Masih menurut Anton bahwa di era reformasi sekarang ini pihaknya sebagai badan public harus bisa membina hubungan baik dengan masyarakat apa lagi dengan media massa.Hal ini pula yang harus dilakukan oleh badan public khususnya Polri yang diwajibkan mempunyai strategi membina hubungan dengan media massa/wartawan.

“Karena disadari atau tidak,media massa ini alat terampuh dalam membentuk opini public yang dapat merugikan atau sebaliknya bisa juga menguntungkan,”terang Anton yang memberikan contoh bahwa banyak pemimpin melambung namanya karena media,dan sebaliknya hancur namanya juga karena media.Karena menurut Anton dampak dari kurangnya informasi akan berakibat fatal dan bahkan bisa menghancurkan reputasi baik secara umum maupun pribadi.

“Maka dari itu kepada rekan – rekan Wartawan,kami selalu membuka pintu untuk mendapatkan sumber informasi dari kami,tetapi kami harap informasi yang sudah kami berikan ya jangan ditambahi atau dikurangi yang nanti dampaknya bisa negative,”pungkas Anton berpesan pada awak media.

(red/IPJ)